SUKABUMI – Dalam momen berbuka puasa bersama, Grup band Mighty Finger resmi meluncurkan dua video klip terbaru mereka yang berjudul “Usai” dan “Maafkan”. Peluncuran tersebut digelar di Cafe Sabumi Garden, Jalan Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (14/3/2026).
Peluncuran dua karya terbaru ini menjadi momentum penting bagi Mighty Finger yang kini berada di bawah manajemen baru, yakni PT Siber Teknologi Persada Indonesia (STPI). Band yang sebelumnya dikenal dengan nama Middle Finger itu kini kembali hadir dengan identitas baru dan semangat untuk meramaikan kembali industri musik Indonesia.
Vokalis Mighty Finger, Wet Irawanda, menjelaskan bahwa perjalanan perubahan nama band tersebut sudah dimulai sejak lama.
“Awalnya kita dari tahun 2003 memakai nama Middle Finger. Tapi karena banyak hal, salah satunya ketika kita harus manggung di luar negeri sempat ada penolakan karena nama band itu dianggap terlalu frontal. Akhirnya pada tahun 2009 kita memutuskan mengganti nama menjadi Mighty Finger,” ujar Wet.
Ia menambahkan, pemilihan nama Mighty Finger juga memiliki makna tersendiri bagi band tersebut.
“Kalau dulu ‘middle’ artinya tengah, sekarang ‘mighty’ lebih ke jari sakti atau telunjuk yang melambangkan kekuatan. Harapannya kekuatan band ini juga semakin kuat,” katanya.
Namun, proses rebranding tersebut tidak mudah. Menurut Wet, masih banyak orang yang mengira Mighty Finger dan Middle Finger adalah dua band yang berbeda.
“Kita memang sempat kesulitan untuk rebranding. Banyak orang yang tidak mengikuti perjalanan kita mengira ini dua band yang berbeda. Makanya sekarang kita terus memperkenalkan bahwa Mighty Finger adalah dulunya Middle Finger, baik lewat media sosial maupun saat manggung,” jelasnya.
Saat ini Mighty Finger masih diperkuat oleh tiga personel lama, yakni Chandra (gitar), Kiki (gitar), dan Uwet sebagai vokalis. Sementara posisi bass diisi oleh Ogit yang menggantikan Dena, serta Abay pada drum.
“Personel lama sebagian masih ada, tapi karena kesibukan masing-masing sekarang kita berjalan dengan formasi ini. Walau begitu mereka tetap kita welcome kalau suatu saat ingin kembali bergabung,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mighty Finger juga memperkenalkan dua karya terbaru mereka yang seluruh lagunya ditulis oleh Uwet. Lagu “Usai” bercerita tentang kisah pasangan yang harus berpisah setelah melalui banyak hal bersama. Dimana dalam video klip tersebut diisi oleh Afreallya Tri Mujiawati sebagai modelnya.

Sementara lagu “Maafkan” mengangkat cerita tentang seseorang yang memilih meninggalkan hubungan karena sudah tidak lagi sejalan. Di video klip ini diisi oleh Putri sebagai modelnya.
“Genrenya masih tetap rock, lebih tepatnya rock alternatif. Tapi sekarang mungkin lebih damai dengan usia, tidak terlalu keras seperti dulu,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Siber Teknologi Persada Indonesia, Agung Firman Nugraha, mengatakan bahwa acara tersebut juga menjadi bagian dari momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan perusahaan kepada publik.
“Acara ini lebih kepada silaturahmi dan membangun lingkungan yang lebih positif. Apalagi sesuai moto STPI yaitu saling melindungi, termasuk dalam hal data digital,” kata Agung.
Ia menjelaskan, selain menjadi ajang peluncuran video klip Mighty Finger, kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi bagian dari grand opening STPI sebelum perusahaan memperluas jangkauan ke tingkat internasional.
“Selama ini STPI mungkin lebih dikenal secara lokal. Tapi dengan perkembangan digital, kami mulai berkembang dan memiliki lingkungan yang lebih luas,” jelasnya.

Agung juga mengungkapkan alasan memilih Mighty Finger sebagai brand ambassador STPI. Menurutnya, band tersebut memiliki pengaruh kuat di kalangan generasi muda.
“Mighty Finger kita tunjuk sebagai brand ambassador STPI karena nantinya kami juga akan membuka sayap baru bernama Sailendra Kreatif yang bergerak di bidang entertainment. Kami ingin mengembangkan talenta-talenta kreatif, dan Mighty Finger punya pengaruh kuat khususnya di kalangan Gen Z dan milenial,” pungkasnya.













