SUKABUMI – Sutradara sekaligus penulis skenario asal Sukabumi, Bara Bantalaseta, kembali pulang ke daerah kelahirannya untuk menggarap proyek film terbaru berjudul “Anak Kuntilanak”.
Syuting perdana film tersebut dilaksanakan di kawasan PTPN Goalpara, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (5/3/2026).
Bara Bantalaseta yang akrab disapa Abay dikenal sebagai sutradara, penulis skenario, dan penata gambar yang telah menggarap berbagai film edukatif serta serial televisi. Dalam proyek terbarunya ini, ia menggandeng pelaku industri film dari Jakarta untuk berkolaborasi dengan sineas lokal Sukabumi.
Film Anak Kuntilanak dijadwalkan menjalani proses produksi di Sukabumi selama tujuh hari. Menariknya, sekitar 60 persen pemain dan kru yang terlibat merupakan putra-putri daerah Sukabumi.
Menurut Abay, proyek ini merupakan kerja sama kreatif antara pelaku seni film di Sukabumi dengan rumah produksi dari Jakarta. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi para sineas lokal untuk berkembang di tingkat nasional.
“Pembuatan film ini merupakan proyek kreatif yang mempertemukan pelaku sinema Sukabumi dengan production house di Jakarta. Ini kesempatan yang sangat bagus bagi pelaku film di Sukabumi untuk menambah wawasan dan memperluas jaringan ke tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlibatan pemain dan kru lokal juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi sumber daya manusia yang dimiliki Sukabumi kepada industri perfilman nasional.
“Harapannya potensi Sukabumi bisa semakin dikenal. Bahwa di Sukabumi juga ada SDM yang memiliki kemampuan di industri film, baik dari sisi pemain maupun kru,” tambahnya.
Selain itu, Abay juga ingin memanfaatkan film sebagai media untuk memperkenalkan keindahan lanskap dan kondisi geografis Sukabumi kepada khalayak luas. Dengan demikian, Sukabumi dapat semakin dikenal sebagai salah satu lokasi potensial untuk produksi film di Indonesia.
Selama ini, kata dia, sejumlah film nasional memang sudah melakukan proses syuting di Sukabumi, bahkan beberapa di antaranya berhasil meraih kesuksesan hingga box office. Namun, kebanyakan pelaku film lokal hanya berperan sebagai pendukung atau pemandu lokasi.
“Selama ini kita lebih sering menjadi tuan rumah bagi tim produksi dari luar. Ketika ada kesempatan seperti ini, kenapa tidak dimanfaatkan sebaik mungkin agar kita juga bisa berkontribusi lebih besar terhadap industri perfilman,” jelasnya.
Melalui proyek film Anak Kuntilanak ini, Abay berharap semakin banyak sineas nasional yang tertarik melakukan produksi di Sukabumi, sekaligus mendorong perkembangan industri kreatif dan perfilman di daerah tersebut.













