SUKABUMI – Di sela peluncuran syuting perdana film “Anak Kuntilanak” yang digelar di kawasan perkebunan teh Goalpara, Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/3/2026), muncul kekecewaan dari para sineas asal Kota Sukabumi terhadap sikap pemerintah daerah yang dinilai belum memberikan dukungan nyata bagi perkembangan industri film lokal.
Sutradara film tersebut, Bara Bantalaseta atau yang akrab disapa Abay, mengungkapkan rasa kecewanya karena menurutnya pemerintah daerah belum menunjukkan kepedulian yang serius terhadap para sineas daerah yang berupaya mengangkat potensi perfilman Sukabumi.
Menurut Abay, justru pihak luar seperti sineas dan rumah produksi dari Jakarta yang dinilai lebih menghargai dan memberikan dukungan terhadap karya-karya film yang digarap oleh putra daerah.
“Kami sangat kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang seakan tidak peduli dengan keberadaan sineas asal Sukabumi yang ingin mengangkat potensi perfilman di daerah sendiri,” ujar Abay kepada awak media.
Ia mencontohkan, sebelumnya para sineas pernah melakukan pertemuan dengan Bobby Maulana (Wakil Wali kota Sukabumi) di ruangannya. Dalam pertemuan tersebut, kata Abay, pemerintah kota menyatakan dukungan terhadap aktivitas para sineas, namun menurutnya dukungan tersebut terasa setengah hati.
“Kami datang bukan untuk meminta dana atau bantuan uang. Kami hanya berharap ada rekomendasi atau dukungan administratif agar jalur birokrasi bisa sedikit lebih mudah ditempuh,” ungkapnya.
Namun, lanjut Abay, jawaban yang diterima saat itu dinilai masih mengambang sehingga tidak memberikan kepastian bagi para sineas dalam mengembangkan kegiatan perfilman di daerah.
“Sebagai birokrasi sebenarnya mungkin mudah untuk membuat kebijakan. Tapi yang kami rasakan justru tidak ada kesungguhan dalam membantu,” katanya.
Meski demikian, Abay menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan menyurutkan semangat para sineas Sukabumi untuk terus berkarya. Ia optimistis para kreator lokal tetap mampu menghasilkan karya seni meski tanpa dukungan pemerintah daerah.
“Kami sebagai sineas Kota Sukabumi tetap yakin mampu berkreasi walaupun tanpa dukungan pemerintah kota. Karya-karya kami tetap akan membawa nama Sukabumi,” tegasnya.
Film “Anak Kuntilanak” sendiri menjadi salah satu proyek film yang melibatkan sineas asal Sukabumi dan mengambil lokasi syuting di kawasan perkebunan Goalpara. Film ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah melalui industri kreatif perfilman.













