SUKABUMI – Wali kota Sukabumi, Ayep Zaki menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sosial tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah ataupun berjalan sendiri-sendiri. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan bakti sosial rutin yang digelar Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Kota Sukabumi (IPSM), Jumat (27/2) pagi, di Aula Kelurahan Baros.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 anak yatim piatu menerima bantuan yang bersumber dari urunan para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) bersama pihak kelurahan. Bantuan tersebut menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Di hadapan Kepala Dinas Sosial, Camat, Lurah, serta seluruh anggota PSM yang hadir, Wali Kota menegaskan kembali arah kebijakan sosial Pemerintah Kota Sukabumi.
“Menyelesaikan masalah sosial tidak bisa setengah-setengah, apalagi berjalan sendiri-sendiri. Program sosial harus terarah dan tuntas,” tegasnya.
Ayep Zaki menyampaikan bahwa ke depan, instrumen keumatan seperti wakaf melalui skema Qordhul Hasan akan didorong secara maksimal. Langkah tersebut ditujukan untuk mendongkrak perekonomian warga sekaligus membuka akses beasiswa pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pendekatan ekonomi berbasis solidaritas dan pemberdayaan umat harus berjalan berdampingan dengan kebijakan fiskal pemerintah daerah. Sementara untuk pembangunan infrastruktur fisik, ia memastikan akan dioptimalkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Untuk pembangunan fisik, biarkan APBD yang menyelesaikan. Namun untuk penguatan ekonomi dan pendidikan masyarakat, kita perlu memperkuat instrumen keumatan agar lebih berdampak,” ujarnya.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi atas kesetiakawanan sosial yang terus dijaga oleh IPSM Kota Sukabumi. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pekerja sosial, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menciptakan penanganan masalah sosial yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi yang solid, Pemerintah Kota Sukabumi optimistis berbagai persoalan sosial dapat ditangani secara menyeluruh dan berkesinambungan, sejalan dengan visi pembangunan kota yang inklusif dan berkeadilan.












