SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi menggelar Peringatan 1 Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi dengan tema “Satu Tahun Pengabdian, Penyiapan Fondasi Pembangunan”, Jumat (20/2/2026), di Gedung Juang 45. Tepat pada 20 Februari 2026, genap satu tahun kepemimpinan Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana dalam menahkodai Kota Sukabumi. Momentum ini dijadikan ajang refleksi atas capaian sekaligus penegasan arah pembangunan ke depan.
Dalam sambutannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa tahun pertama merupakan fondasi awal pembangunan jangka menengah.
“Ya ini adalah hari ulang tahun pas satu tahun tanggal 20 Februari. Kita lihat nanti tiga tahun ke depan ya di ulang tahun yang keempat yaitu 20 Februari 2029. Kita lihat ya karena tahun pertama ini menjadi dasar atau fondasi awal,” ujarnya.
Menurut Ayep, pada tahun pertama terjadi kenaikan PAD sebesar 12,47 persen dengan total nilai kurang lebih Rp54 miliar.
“Ini awal yang baik ya tahun pertama sehingga nanti saya optimis. Di tahun pertama ini untuk menuju tahun ke-2, ke-3, dan ke-4, dan seterusnya, kita akan ada peningkatan setiap tahunnya. Kita rencanakan kenaikan PAD kita di 32 persen. Mimpi saya, mudah-mudahan bisa tercapai,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kunci pencapaian target tersebut adalah persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat.
“Kuncinya adalah persatuan, kesatuan di seluruh komponen di Kota Sukabumi. Pemerintahan kota dan semua elemen harus bersatu bersama-sama membangun Kota Sukabumi,” tegasnya.
Ayep menyebutkan, dari 26 indikator kinerja pembangunan daerah, PAD menjadi salah satu indikator paling signifikan karena berdampak langsung terhadap kemampuan pembiayaan program prioritas.
“Sebetulnya ada 26 indikator. Dari 26 indikator ini mengerucut ke satu, kalau diambil satu adalah PAD. Tapi yang paling utama yang akan dikerjakan misalkan pengangguran, stunting, kemiskinan, masalah sampah dan lain-lain itu menjadi kegiatan kolektif dari program kerja ke depan,” jelasnya.

Dalam evaluasi satu tahun kepemimpinan, Ayep juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya pejabat struktural eselon II, III, dan IV. Menurutnya, setiap kepala daerah memiliki sistem kerja berbeda sehingga optimalisasi kompetensi menjadi keharusan.
“Bukan di bawah kompetensi. Artinya setiap kepala daerah memiliki sistem kerja yang berbeda-beda. Khusus saya sebagai pimpinan daerah, maka saya akan mengoptimalkan kompetensi. Orang Sukabumi pintar-pintar, basisnya pintar. Tapi kompetensi ini harus dilatih dengan kebiasaan-kebiasaan baru,” terangnya.
Ia menegaskan, di era teknologi saat ini, peningkatan kemampuan manajemen dan sistem berbasis digital menjadi kebutuhan mendesak agar tidak tertinggal.
“Sekarang era baru dengan era teknologi, sehingga kita harus memanfaatkan teknologi itu untuk memperkecil gap kita dari ketertinggalan. Jadi kita akan didik SDM kita, itu yang paling utama,” tambahnya.
Selain peningkatan PAD dan kompetensi ASN, persoalan sampah menjadi perhatian serius dalam satu tahun kepemimpinannya. Ayep mengakui hingga saat ini Kota Sukabumi belum memiliki pola penanganan sampah yang sepenuhnya efektif.
“Ya sampah, ini sampai hari ini kita belum punya pola yang efektif untuk menyelesaikan sampah di kota. Kita tidak mau kirim ke mana-mana, ingin saya selesaikan di kota itu sendiri,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, ia berencana mengaktifkan Tempat Pengolahan Sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) agar pengelolaan sampah dapat diselesaikan secara mandiri di dalam kota.
“Saya akan mengaktifkan TPS 3R supaya sampah kita tidak dibawa ke mana-mana, tapi diselesaikan di sini,” tegasnya.
Peringatan satu tahun kepemimpinan ini pun menjadi penanda bahwa tahun pertama telah dilalui sebagai tahap penyiapan fondasi pembangunan, dengan harapan tiga tahun ke depan mampu menghadirkan lompatan capaian yang lebih signifikan bagi Kota Sukabumi.














