SUKABUMI – Forum Perangkat Daerah (FPD) digelar pada Rabu (11/2/26) di Aula Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi. Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil wali kota Sukabumi, Bobby Maulana ini menjadi momentum penguatan sinergi lintas perangkat daerah dalam mendorong program prioritas, khususnya di bidang pengelolaan lingkungan hidup.
Usai kegiatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah, menegaskan pentingnya penanganan persoalan sampah dimulai dari hulu.
“Ini kan FPD ya, jadi pentingnya adalah tadi mengingatkan kembali bahwa penanganan sampah semua dimulai dari hulu. Dan itu yang mungkin akan kita kejar secara kewenangan pemerintah untuk memberikan regulasi, edukasi, dan juga pengawasan,” ujarnya.
Menurut Reni, Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendorong masyarakat agar mengurangi sampah sejak dari sumbernya, melakukan pemilahan, serta mempermudah pengelolaan menuju target zero waste.
“Kita tetap push masyarakat untuk mengurangi sampah, memilah sampah, dan memudahkan sampai zero waste, mudah-mudahan bisa terwujud,” tambahnya.

Dalam upaya mendukung gerakan tersebut, DLH juga menghadirkan program penukaran sampah yang tersebar di sejumlah titik. Salah satunya melalui Bang Sami (Bank Sampah Sukabumi) yang menjadi pusat pengelolaan.
“Bang Sami itu ada di setiap lokasi, di TPS 3R juga bisa. Pusatnya ada, salah satunya di wilayah Citamiang. Kemudian ada juga Bank Sampah Mandiri di beberapa lokasi PSU dan inisiasi masyarakat yang kita dukung,” jelasnya.
Program ini memungkinkan masyarakat menukarkan sampah anorganik yang dapat didaur ulang dengan bahan kebutuhan pokok. Salah satu skema yang berjalan adalah penukaran satu kilogram sampah plastik menjadi satu kilogram beras.
“Ada yang berhasil, satu kilo sampah dapat satu kilo beras. Tapi itu kebanyakan sampah plastik yang bisa diolah kembali, bukan sampah organik. Sampah organik harus selesai di rumah tangga maupun di industri masing-masing. Itu sedang kita upayakan,” terang Reni.
Reni berharap melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, pengelolaan sampah di Kota Sukabumi dapat semakin tertata, sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan.














