SUKABUMI – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi menyampaikan kondisi terkini infrastruktur jalan saat ditemui di kawasan Jalan Kenari, Selasa (10/2/26).
Ia mengakui, sejumlah ruas jalan di Kota Sukabumi mengalami kerusakan, terlebih akibat cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.
“Secara prinsip, kami sudah memiliki data terkait jalan-jalan rusak di Kota Sukabumi. Tingkat kemantapan jalan sebelumnya berada di angka 87,86 persen. Namun hari ini kemungkinan bisa menurun karena intensitas hujan dan cuaca ekstrem yang berdampak pada penurunan kualitas struktur jalan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kota Sukabumi. Ia mencontohkan ruas jalan provinsi maupun kabupaten seperti Sukabumi–Sagaranten yang mengalami kerusakan cukup parah setelah curah hujan tinggi.
“Bukan hanya di Kota Sukabumi, di daerah lain juga sama. Ketika intensitas hujan tinggi, kerusakan jalan cepat terjadi,” katanya.
Terkait penanganan, pihaknya saat ini masih menunggu kepastian tambahan anggaran, terutama dampak dari pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang berpengaruh terhadap program infrastruktur.
“Kita sedang menunggu input anggaran tambahan. Dampak pengurangan TKD sangat berpengaruh terhadap program kegiatan infrastruktur, tidak hanya di Kota Sukabumi tapi juga secara nasional,” jelasnya.
Meski demikian, PUTR telah memprioritaskan sedikitnya 10 ruas jalan untuk penanganan awal. Beberapa di antaranya Jalan Gudang, Jalan R. E. Martadinata (Ridogalih), Jalan Cicadas, Jalan Merbabu, Jalan Ciaul Pasir, Jalan Subang Jaya, serta beberapa ruas lainnya yang masuk dalam daftar prioritas.
“Ada beberapa ruas yang sebelumnya direncanakan akan diintervensi oleh pihak provinsi tahun lalu, namun hingga kini belum ada kejelasan. Seperti Jalan Merbabu, akhirnya kita lakukan penanganan sementara,” ungkapnya.
Ia juga mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam percepatan perbaikan jalan.
“Anggaran kita memang minim dan masih menunggu kepastian tambahan. Tapi yang jelas, ruas-ruas prioritas sudah kami petakan dan akan ditangani secara bertahap,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengurangan TKD sangat berdampak, khususnya bagi daerah dengan kapasitas fiskal rendah. Meski begitu, Pemerintah Kota Sukabumi berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat.
“Tahun kemarin dalam waktu kurang lebih sembilan bulan, ada peningkatan PAD. Namun memang belum sebanding dengan pemotongan TKD. Kita berharap tahun ini ada lonjakan peningkatan PAD melalui kebijakan-kebijakan Pak Wali Kota, sehingga ketergantungan terhadap TKD bisa berkurang,” katanya.
Untuk rencana perbaikan, PUTR memastikan penanganan akan dilakukan secara parsial sesuai kemampuan anggaran yang tersedia, sambil menunggu kepastian tambahan dana dari pemerintah pusat maupun sumber lainnya.
“Kita tetap berupaya maksimal agar perbaikan bisa berjalan, walaupun dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.














