SUKABUMI – Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, Gundar Qolyubi, melaksanakan Reses Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025–2026 di Posyandu Aster 4, Gang Ampera, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
Dalam kegiatan reses tersebut, Gundar yang merupakan anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi menggandeng mitra kerja komisinya, yakni PDAM Tirta Bumi Wibawa dan Dinas Sosial Kota Sukabumi. Hadir langsung Direktur PDAM Tirta Bumi Wibawa, Dian Apriyandi, serta Sekretaris Dinas Sosial Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati.
Gundar Qolyubi menyampaikan bahwa kehadiran mitra kerja dalam kegiatan reses ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan menyeluruh terkait pelayanan publik serta program-program terbaru yang dijalankan oleh PDAM dan Dinas Sosial.
“Melalui reses ini, kami ingin masyarakat tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memahami secara langsung bagaimana pelayanan dan program terbaru dari PDAM maupun Dinas Sosial. Dengan begitu, warga bisa memanfaatkan layanan yang ada secara optimal,” ujarnya.
Menurutnya, Komisi II yang membidangi sektor perekonomian dan pelayanan publik memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal, termasuk dalam hal distribusi air bersih dan program kesejahteraan sosial.

Direktur PDAM Tirta Bumi Wibawa, Dian Apriyandi, dalam kesempatan tersebut memaparkan berbagai inovasi dan peningkatan layanan yang tengah dilakukan, termasuk upaya menjaga kualitas dan kontinuitas distribusi air bersih kepada pelanggan.
“Kami fokus pada pembinaan pelanggan dan penanganan teknis di lapangan. Targetnya bukan hanya memperluas cakupan, tapi memastikan air bersih sampai ke rumah warga secara berkelanjutan,” ujar Dian.
Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Sukabumi agar BUMD dikelola secara profesional dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu inovasi yang tengah disiapkan adalah peluncuran produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merek lokal milik PDAM.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial, dr. Lulis Delawati, menjelaskan sejumlah program bantuan sosial yang sedang berjalan serta mekanisme pendataan agar bantuan tepat sasaran.
Menurut Lulis, Pemerintah Kota Sukabumi sudah resmi membuka layanan Rumah istirahat bagi warga yang menjalani pengobatan rujukan di Kota Bandung. Fasilitas yang diberi nama Rumah Singgah Cahaya ini dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pasien dan keluarga pendamping yang berobat ke RS Cicendo maupun RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS).
“Rumah singgah sudah diresmikan oleh Wali Kota dan usulannya dari DPRD Kota Sukabumi, disediakan supaya Kota Sukabumi punya rumah singgah. Alhamdulillah, lokasinya di Bandung, tepatnya di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo,” ujar Lulis.
Kegiatan reses berlangsung interaktif. Warga menyampaikan berbagai aspirasi dan pertanyaan, mulai dari persoalan layanan air bersih hingga bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui sinergi antara legislatif dan perangkat daerah, diharapkan aspirasi masyarakat dapat segera ditindaklanjuti dan pelayanan publik di Kota Sukabumi semakin meningkat.














