LANGSA ACEH — Relawan dari Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) bersama relawan lainnya terjun langsung ke lokasi bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu masyarakat terdampak, dengan fokus utama pada pemberian Psychological First Aid (PFA) bagi anak-anak.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang menyebabkan aktivitas warga terganggu dan berdampak pada kondisi psikologis anak-anak. Tidak sedikit anak yang mengalami ketakutan, kecemasan, hingga perubahan emosi setelah peristiwa banjir tersebut.
Melihat kondisi itu, relawan memberikan pendampingan Psychological First Aid sebagai upaya pemulihan awal kesehatan mental anak. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan ramah anak, seperti bermain bola bersama, memancing, mendengarkan cerita anak, memberikan rasa aman, serta membantu anak mengekspresikan perasaan mereka.
Menurut perwakilan relawan Perwatusi Peduli Aceh asal Sukabumi, Sofyan Tarmidzi, di hari ke-13 tersebut, sebanyak 300 anak dari 6 Zona diajak untuk menikmati beberapa wahana berenang di Mutiara Water Park Langsa Aceh. Menurutnya, anak-anak itu terlihat senang mencoba bermain air berbagai wahana yang disediakan.
“Anak-anak adalah kelompok paling rentan setelah bencana. Dengan mengajak mereka ke Mutiara Waterpark, saya ingin mereka kembali tersenyum dan merasa aman,” ujar Sofyan saat dihubungi melalui media perpesanan Whatapps, Sabtu (17/01/26).

Menurut Sofyan, selain pendampingan psikologis, Perwatusi bersama tim relawan lain juga menyalurkan bantuan pendukung berupa logistik dan obat-obatan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir.
“Penanganan psikologis anak pascabencana sangat penting agar tidak menimbulkan trauma berkepanjangan. Melalui Perwatusi Peduli Aceh, kami ingin anak-anak merasa aman dan diperhatikan. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan mereka setelah mengalami bencana banjir,” ujarnya.
Sofyan berharap kehadiran relawan dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya dukungan kesehatan mental dalam penanganan bencana.
Sementara, warga setempat menyambut baik aksi Perwatusi Peduli Aceh tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan pendekatan sederhana dapat memberikan dampak besar bagi pemulihan mental anak-anak korban bencana di Aceh.














