SUKABUMI – Memasuki tahun 2026, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) akan terus mendorong pariwisata nasional semakin berfokus pada prinsip keberlanjutan, penguatan kualitas SDM pariwisata, standarisasi usaha, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku industri agar pariwisata Indonesia semakin berdaya saing di tingkat global.
Hal itu disampaikan Ketua DPC ASITA Kabupaten Sukabumi, Toni Suntara, ST, usai memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 bertempat di Sekretariat DPC ASITA Kab Sukabumi. SHAS Office, Karang Tengah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (7/01/26).
Menurut Toni, khusus Kabupaten Sukabumi, tahun 2026 dinilai sebagai momentum strategis dengan rampungnya Tol Bocimi Seksi 2 serta beroperasinya Kereta Wisata Jakalalana rute Gambir–Sukabumi. Aksesibilitas ini diharapkan mampu meningkatkan minat kunjungan wisatawan secara terukur dan berkualitas.
“Tol Bocimi dan Kereta Wisata Jakalalana akan menjadi pengungkit utama pariwisata Sukabumi. Tantangannya adalah memastikan pelaku usaha lokal siap, sehingga manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Toni Suntara, ST.
Menurutnya, DPC ASITA Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pariwisata Sukabumi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing, sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara dalam memperingati HUT ASITA ke-54 ini, mengusung tema “Mewujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”. Momentum ini menjadi penguatan komitmen ASITA, termasuk di tingkat daerah, untuk terus berperan aktif dalam pembangunan pariwisata nasional dan daerah.
“Kami dari ASITA akan terus mendorong pergeseran arah pariwisata dari sekadar mengejar jumlah kunjungan menuju peningkatan kualitas destinasi, layanan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” pungkas Toni.












