SUKABUMI – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2025, Kementerian Sosial melalui Sentra Phalamartha Sukabumi menyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dan alat bantu disabilitas kepada 32 orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) asal Kota Sukabumi. Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Sentra Phalamartha Sukabumi pada Sabtu, (6/12/25), dengan total bantuan yang disalurkan mencapai Rp65.714.300.
Penyerahan bantuan ini merupakan bantuan sesi kedua. Sesi pertama dilakukan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Budi Nurani pada Kamis, (4/12/25) kepada 15 PPKS.
Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Een Rukmini yang hadir langsung di acara penyerahan bantuan mengatakan, Dinas Sosial Kota Sukabumi terus berkolaborasi dan bersinergi dengan Kementerian Sosial melalui Sentra Phalamartha.
“Jadi dalam rangka hari Disabilitas Internasional (HDI) ini dari Kota Sukabumi ada 17 penerima yang kita usulkan untuk mendapat atensi dari Sentra Palamarta. Atensinya antara lain ada kursi roda, kemudian kursi roda adaptif untuk anak yang menderita Celebral Palsy, kemudian ada juga bantuan sembako, ada juga bantuan untuk usahanya,” kata Een.
Een menambahkan, persyaratan ditunjuknya 17 orang sebagai penerima karena sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan, bahwa penerima yang memang mendapat atensi ini harus masuk dalam data base melalui DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
“Desilnya ada di desil 1 sampai dengan 5. Itu sesuai ketentuan sesuai dengan yang masuk ke Dinsos, kita usulkan ke Sentra Paramarta untuk mendapat atensi dan Alhamdulillah dari 17 ini semuanya mendapat atensi berdasarkan hasil asesmen dari Pekerja Sosial yang ada di Sentra Paramarta,” ujar Een.
Menurut Een, Program Atensi ini sudah berlangsung lama, termasuk setiap memperingati HDI yang setiap tahunnya digelar. Hal ini sebagai respon dari atensi Dinsos Kota Sukabumi terhadap warga masyarakat yang menderita atau penyandang disabilitas.
“Target dari Dinsos sendiri untuk tahun 2026, kita akan lebih banyak mengusulkan karena berdasarkan hasil survey kita di lapangan ternyata banyak masyarakat kota Sukabumi yang masih memerlukan Atensi, baik untuk disabilitas fisik atau disabilitas sensorik atau disabilitas mental dan yang lainnya,” imbuh Een.
Een menyebut, masih banyak warga di Kota Sukabumi yang masuk dalam kategori PPKS atau sekarang tag linenya adalah 12 pas. “Nah, ini kita akan lebih banyak lagi bersinergi dengan Sentra Phalamartha baik untuk usaha kemudian untuk Atensi alat bantu ataupun pemerlu-pemerlu yang lainnya,” ujar Een.
Kedepan, Een mengajak kepada warga masyarakat Kota Sukabumi yang membutuhkan program Atensi untuk segera mengusulkan melalui Dinas Sosial.
“Seperti tadi, ada warga yang memerlukan atensi terkait dengan bantuan alat bantu.
Alat bantu ini kan bisa berupa tongkat, kursi roda, alat dengar, atau yang lainnya. Ataupun bantuan makanan, sembako, dan sebagainya. Atau juga untuk usaha, misalnya yang ada di desil 1 sampai 5 punya potensi untuk bergraduasi dengan melakukan memulai usaha, itu bisa kita usulkan sehingga dapat bantuan modal,” pungkasnya.













