SUKABUMI – Bunda Literasi Kota Sukabumi, Ranti Rahmatilah, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring (Read Aloud) yang diselenggarakan di ruang pertemuan lantai 3 Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, Rabu (12/11/25). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membacakan cerita secara ekspresif dan interaktif kepada anak-anak, sekaligus menumbuhkan minat baca sejak usia dini. Bimtek diikuti oleh para guru PAUD, guru Taman Kanak-kanak, IGRA dan Himpaudi se Kota Sukabumi.
Bimtek tersebut menghadirkan Praktisi Read Aloud, Dian Wahyu Puspitasari sebagai narasumber yang membagikan teknik membaca nyaring dengan penekanan pada intonasi, ekspresi, dan interaksi yang menarik. Peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung keterampilan membaca nyaring di hadapan fasilitator.
Dalam sambutannya, Bunda Literasi, Ranti Rahmatilah menyampaikan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca huruf, tetapi juga mencakup kemampuan memahami isi bacaan secara mendalam.
“Dengan Bimtek ini saya berharap agar anak-anak Sukabumi suka membaca, karena bagaimanapun bacaan akan menentukan masa depan anak-anak Kota Sukabumi,” kata Ranti.

Menurut Bunda Literasi, seseorang yang memiliki literasi baik akan mampu mengolah dan mengaplikasikan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya peran guru PAUD dalam menanamkan minat baca kepada anak sejak dini agar tumbuh kecintaan terhadap buku dan kegiatan membaca.
“Saya juga menginginkan anak-anak lebih cerdas dan lebih pintar salah satunya dengan membaca nyaring ini adalah untuk menumbuhkan minatnya agar lebih konsen kepada ilmu pengetahuan mereka sebetulnya,” pungkas Ranti.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan menjelaskan, Bimtek ini merupakan bagian dari program Dispusipda Kota Sukabumi yang mendukung Gerakan Literasi Nasional serta sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis literasi.
“Bimtek membaca nyaring ini dilaksanakan agar peserta bisa memahami dari sebuah teks sehingga orang yang mendengarnya bisa memahami apa yang disampaikan oleh pembicara,” kata Asep.

Asep menambahkan, Bimtek ini, diikuti oleh para guru PAUD, guru Taman Kanak-kanak, IGRA dan Himpaudi se Kota Sukabumi, yang diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk diterapkan di lingkungan sekolah dan dapat dipahami.
“Nantinya setelah Bimtek ini para guru PAUD akan menyampaikan kembali kepada anak didiknya bagaimana membaca yang jelas dan keras dengan artian keras itu bisa didengar oleh anak didiknya dengan lengkap serta mudah dipahami,” ujar Asep.
Dengan Bimtek ini, Asep mengharapkan semakin banyak guru, orang tua, dan masyarakat yang berperan aktif dalam menciptakan lingkungan literasi yang hidup, kreatif, dan berkelanjutan di Kota Sukabumi.












