SUKABUMI – Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Kepenulisan ‘Berbasis Konten Budaya Lokal’ tahun 2025 yang digelar di lantai 3 gedung Dispusipda Kota Sukabumi, di Jalan Perpustakaan, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (5/11/25). Bimtek ini diikuti oleh berbagai unsur, seperti Guru, Kepala Sekolah, Mahasiswa, Pustakawan, Relawan Perpustakaan, Penulis, Pendamping serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Kadispusipda, Asep Suhendrawan menyampaikan pentingnya penguatan literasi berbasis budaya lokal sebagai bagian dari pelestarian kearifan lokal dan pengembangan potensi literasi daerah.
“Saya yakin bahwa pelatihan ini akan memberikan banyak manfaat, tidak hanya dari segi teknis kepenulisan seperti bagaimana menyusun alur cerita, teknik deskripsi, atau pemilihan gaya bahasa, tetapi juga dalam hal penggalian ide dan konten lokal yang sesuai dengan konteks masing-masing daerah peserta,” ujarnya.
Menurut Asep, Bimbingan Teknik ini bukan sekedar menjadi ajang pelatihan menulis, tetapi juga dapat menjadi wadah pembinaan terhadap kemampuan riset budaya lokal, penyusunan konten naratif, serta pengemasan nilai-nilai kearifan local menjadi karya tulis yang relevan dengan generasi masa kini.
“Para peserta dibekali materi mulai persiapan penulisan, hingga finalisasi dalam bentuk buku. Bimtek ini mencakup tiga materi utama yakni, Pengantar Teknik Penulisan dan Pengantar Budaya dan Kearifan Lokal, Teknik Menulis Esai dan Artikel, serta Penyuntingan Naskah,” terang Asep.

Asep menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek ini merupakan pertemuan yang ketiga yang diadakan untuk mengetahui hasil tulisan-tulisan para peserta yang sebelumnya telah melalui beberapa kali bimbingan dengan para mentor masing-masing.
“Narasumber pada kegiatan ini adalah Bapak Irman Firmansyah, seorang budayawan yang memiliki banyak karya penulisan tentang Kota Sukabumi. Kemudian narasumber selanjutnya adalah Ibu Suwanti adalah seorang trainer Nasional dalam bidang kepenulisan, penulis Koran dan Majalah serta penulisan lainnya. Narasumber lainnya yaitu Fadilah Nastiti, beliau penulis muda dan juga jurnalis telah menerbitkan novel dan beberapa buku antologi cerpen,” ungkapnya.
Dari hasil tulisan tersebut menurut Asep akan dikumpulkan dan dibuat dalam sebuah buku antologi Lokal Konten Kota Sukabumi.
“Saya berharap setelah mengikuti Bimtek ini, peserta memiliki kemampuan dan keterampilan dalam menulis yang baik dan objektif, sehingga pembaca dapat memahami juga isi dari tujuan tulisan dengan mudah. Dan itu diperlukan juga kreativitas kemampuan menciptakan ide serta konsep yang unik serta menarik,” kata Asep.
Asep pun menyebut bahwa, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kota Sukabumi tahun ini mengalami kenaikan, yang sebelumnya di angka 82,15 menjadi 87,81 poin, atau naik 5,66, nilai tersebut merupakan hasil penilaian dari Perpustakaan nasional berdasarkan tujuh indikator penilaian.
“Alhamdulillah IPLM Kota Sukabumi nilainya mendapat peringkat kedua terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat, nilai IPLM tertinggi Kota Cirebon,” pungkasnya.












