SUKABUMI – Anggota DPRD Kota Sukabumi, Sahat Simangunsong, S.H.,CPM.
menegaskan segala pembangunan di Kota Sukabumi harus pro atau bermanfaat untuk rakyat. Sahat tidak ingin pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah hanya asal-asalan, tidak dipertanggungjawabkan operasionalnya dan penggunaannya serta hanya sebagai laporan SPJ untuk menghabiskan anggaran.
“Saya ingin uang rakyat yang dipergunakan ada dampaknya kepada masyarakat, jangan cuma hanya sampai pada seremonial peresmian saja. Tapi ini saya tidak inginkan terjadi dan harus dipikir pemanfaatan atau penggunaannya kedepan,” tegas Sahat Simangunsong, Jumat (3/10/25).
Sahat menyampaikan empat poin utama yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah:
- Prioritas Kebutuhan Mendesak: Pembangunan harus berfokus pada sektor yang langsung dirasakan warga, seperti peningkatan layanan kesehatan, pendidikan yang terjangkau, perbaikan jalan, drainase, penerangan, serta program nyata penanggulangan pengangguran dan kemiskinan.
- Hentikan Program Seremonial: Sahat menilai banyak program hanya bersifat simbolis atau proyek fisik yang minim manfaat. “Pembangunan harus difokuskan pada hal-hal yang memberi dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat Sukabumi,” tegasnya.
- Partisipasi Publik dalam Perencanaan: Menurut Sahat, aspirasi warga yang disampaikan dalam musrenbang, reses anggota dewan, maupun forum konsultasi publik, wajib menjadi pijakan utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
- Transparansi dan Akuntabilitas APBD: Sahat menekankan pentingnya keterbukaan penggunaan anggaran agar masyarakat percaya bahwa setiap rupiah APBD benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.
Sahat menambahkan, jika empat langkah ini dijalankan, Sukabumi akan tumbuh bukan hanya indah secara fisik, tetapi juga menjadi kota yang sejahtera, berdaya, dan ramah bagi warganya.
“Sebagai wakil rakyat, saya akan terus mengawal, memperjuangkan, dan memastikan kebijakan pembangunan di Kota Sukabumi berpihak kepada rakyat serta menjawab kebutuhan mereka,” pungkasnya.
Tegas ia mengungkapkan jika seluruh pembangunan yang telah selesai dibangun dan tidak dipergunakan dengan baik dikhawatirkan seiring berjalannya waktu akan cepat rusak dan tidak bisa dirasakan pemanfaatannya oleh masyarakat.
“Saya ingin melihat progresnya kedepan seperti apa untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Jangan kita terlalu remeh akan hal ini,” pungkasnya.














