SUKABUMI – Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Reny Sukmawani, secara resmi melepas 631 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lapang D UMMI, Senin (28/07/25). Kegiatan ini menandai dimulainya pengabdian mahasiswa selama 40 hari di 24 desa berkembang yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Rektor UMMI, Reny Sukmawani, menjelaskan bahwa program KKN tahun ini sejalan dengan skema One Village One Department (OVOD) atau satu desa satu program studi, yang bertujuan mendukung peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM).
Dalam konsep OVOD, setiap program studi akan memiliki desa binaan yang menjadi wadah penerapan keilmuan sekaligus kontribusi nyata dalam pembangunan desa.
“Program OVOD ini bagian dari strategi bina desa. Setiap program studi akan fokus pada satu desa untuk meningkatkan indeks desa membangun melalui pengabdian berkelanjutan,” ungkap Reny.
Reny menyampaikan bahwa KKN merupakan bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami berharap para mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat serta menjaga nama baik almamater,” ujarnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMI, Jujun Ratnasari, menjelaskan bahwa KKN merupakan bagian dari kewajiban akademik bagi mahasiswa program sarjana semester enam.
“Tahun ini, terdapat 24 desa berkembang yang direkomendasikan oleh DPMD Kabupaten Sukabumi sebagai lokasi KKN. Total mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini mencapai 631 orang,” jelas Jujun.
Sementara itu Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (PPM) Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, Agus Surya Manggala, turut memberikan apresiasi atas kontribusi UMMI dalam pembangunan desa.
“Kami sangat mendukung keterlibatan UMMI dalam peningkatan kualitas desa. Semoga mahasiswa bisa membawa nilai-nilai positif, terutama soal kebersihan lingkungan, seperti yang menjadi budaya di UMMI,” ucap Agus.
Pelepasan mahasiswa KKN ini bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga momentum mempererat sinergi antara dunia kampus dan pemerintah daerah dalam upaya membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.
“Selama 40 hari ke depan, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan, pendidikan, pelestarian lingkungan, hingga inovasi berbasis potensi lokal, sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.













