SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, dari hasil evaluasi terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa bahwa kepemimpinan Direktur lama, Sani Santika Susena menunjukkan sejumlah permasalahan serius yang tidak kunjung membaik. Salah satunya adalah tingginya tingkat kebocoran air yang justru meningkat jauh dari target.
“Target kebocoran pada tahun 2025 seharusnya berada di angka 65 persen, tapi realisasinya justru naik menjadi 82 persen. Ini menunjukkan tidak ada perbaikan signifikan,” jelasnya.
Bukan hanya itu saja, dirinya juga menyayangkan justru terjadi penurunan jumlah pelanggan PDAM di Kota Sukabumi, dari yang sebelumnya 20 ribu pelanggan, justru menyusut menjadi 19 ribu pelanggan aktif. “Nah, melihat realita ini, Pemkot tidak bisa lagi berharap pada kepemimpinan yang tidak mampu membawa perubahan,” tegasnya.
Permasalahan lain yang ada di tubuh PDAM TBW kota Sukabumi adalah jumlah piutang yang tinggi, yakni mencapai Rp29 miliar.
“Batas piutang yang diizinkan itu hanya Rp4 miliar. Artinya ada uang yang seharusnya bisa berputar, tapi justru mengendap di luar. Kondisi ini tidak sehat dan perlu segera dibenahi,” tambahnya.
Selanjutnya, menurut Wali Kota, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan seleksi terbuka untuk jabatan Dirut PDAM TBW Kota Sukabumi. Seleksi tersebut menurutnya akan dilakukan melalui mekanisme yang tentunya dengan kriteria tertentu.
“Tidak ada batasan, siapapun boleh mendaftar, kan nanti ada panselnya. Tentu saja kriterianya itu mempunyai kemampuan, integritas, dan siap diberhentikan kapan saja kalau tidak mencapai target,” bebernya.
Menanggapi rencana Wali Kota Sukabumi yang akan menggelar seleksi calon Dirut PDAM, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, Danny Ramdhani malah menyangsikan rencana proses seleksi Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sukabumi setelah Dirut sebelumnya diberhentikan Wali Kota secara mendadak.
Danny mempertanyakan efektivitas dari pelaksanaan seleksi terbuka (Dirut) PDAM TBW yang akan digelar oleh pemerintah kota (Pemkot) Sukabumi. “Seefektif apakah penentuan seleksi terbuka itu?,” tanya Danny.
“Harus dilakukan secara profesional, akuntabel, transparan, melalui pendekatan teknokrat dan birokrat, serta menjauhkan dari pendekatan politis semata,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi ini.
Ia berpendapat, sebaiknya Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki jangan terlalu sering menyampaikan keterbukaan atau transparansi, jika kenyataan tidak seperti itu.
“Jangan sampai seleksi terbuka ujung-ujungnya untuk tim sendiri,” pungkasnya.












