SUKABUMI – Setelah bersilaturahmi dengan aparatur Pemerintah Kota Sukabumi pada Selasa, 8 April 2025, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana langsung turun ke lapangan untuk maninjau kondisi infrastruktur perkotaan.
Beberapa titik yang disurvei meliputi saluran drainase dan jalan berlubang di Jalan Kokon Komariah, Jalan Subangjaya, Jalan Ciaul Pasir, Jalan Prana Kecamatan Cikole dan Jalan Merbabu di Kecamatan Gunungpuyuh yang akan dibangun pada bulan April 2025.
Kegiatan ini menunjukkan keseriusan pimpinan daerah dalam merespons kebutuhan dasar warga, sekaligus memperkuat sinergi antara kebijakan dan kondisi nyata di lapangan. Dalam peninjauan drainase jalan tersebut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki-Bobby Maulana didampingi kepala Dinas PUTR, Sony Hermanto. “Dalam perbaikan jalan ini kita berbicara kualitas, bukan proyek dipotong-potong, bukan proyek yang dibagi-bagi, saya dikasih amanah oleh retret di Magelang untuk membuat proyek yang berkualitas bukan bagi-bagi proyek,” tegas Ayep Zaki.
Dalam unggahannya di media sosial pribadinya, Ayep Zaki melihat beberapa drainase jalan yang rusak parah. “Kita lihat sekarang saya dateng disini tanggal 8 April 2025, nanti tanggal 8 April 2026 saya dateng kesini lagi, rusak lagi gak nih,” kata Ayep Zaki sambil menunjuk titik kebocoran drainase. “Masa ngebangun jalan, enam bulan sudah rusak,” cetus Ayep Zaki.
Ayep Zaki menjelaskan, sebelum memperbaiki jalan rusak Pemerintah Kota Sukabumi akan memperbaiki drainasenya dahulu. “Jadi sebelum perbaikan jalan, kita akan perbaiki dulu drainase agar tidak bocor ke jalan dan menimbulkan banjir,” tegas Ayep Zaki.
Menurutnya, ada beberapa titik drainase yang menjadi skala prioritas yang perlu diperbaiki atau dibangun kembali. Hal ini, seperti yang disampaikannya, ketika hujan turun aliran air tidak tumpah ke jalan.
“Skala prioritas yang perlu diperbaiki drainase drainase yang sangat bermasalah. Contoh ada drainase di Jalan Merbabu, Prana, Subangjaya, Ciaul, dan ada titik nolnya itu jauh. Sehingga begitu air meluap air tidak mengalir ke sungai, tapi mengalir ke jalan, jadi saluran drainasenya akan diperbaiki,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana menambahkan, persoalan drainase yang kerap menimbulkan banjir, tidak lepas juga dari kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah kepada tempatnya. Maka dari itu, Wakil Wali Kota Sukabumi mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menimbulkan banjir atau sarang penyakit.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Sukabumi, tolong kesadarannya dari mulai masyarakat tolonglah buang sampahnya jangan sembarangan. Seperti waktu lebaran sampah sampah berserakan dimana mana,” singkatnya.












