SUKABUMI – Masalah pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah (PR) serius yang harus diselesaikan Pemerintah Kota Sukabumi. Betapa tidak, menilik data terakhir Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Sukabumi tahun 2024 berada di urutan ke tiga tertinggi di Jawa Barat.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemkot Sukabumi, yang disampaikan oleh Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Abdul Rchman saat menggelar Forum Perangkat Daerah pada Rabu (19/02/2025) di Ruang Pertemuan Balcony Hotel di Jalan Selabintana.
Kegiatan dilaksanakan bertujuan untuk merancang program kerja tahun 2026 dengan fokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja dan pengurangan angka pengangguran di Kota Sukabumi.
Forum dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang memberikan masukan terkait strategi peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat. Abdul Rachman menyampaikan bahwa forum ini menjadi langkah penting dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang selaras dengan visi pembangunan daerah.
“Masukan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menciptakan peluang kerja yang lebih luas, terutama bagi angkatan kerja muda. Kami ingin menyusun program yang tepat sasaran dan dapat meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal agar lebih siap bersaing di dunia kerja,” ungkap Abdul Rachman.

Tingginya angka pengangguran di Kota Sukabumi yang masih menjadi salah satu yang tertinggi ke tiga di Jawa Barat menjadi salah satu perhatiannya. Keterbatasan lahan industri kata dia, menjadi kendala utama dalam menciptakan lapangan kerja yang luas. “Disnaker berencana untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai sektor guna memperluas peluang kerja bagi masyarakat, termasuk melalui program pelatihan berbasis vokasi yang lebih intensif,” ujarnya.
Ke depan, Disnaker Kota Sukabumi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta untuk menciptakan solusi konkret dalam mengatasi pengangguran.
“Dengan adanya program pelatihan yang lebih terarah dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, diharapkan tenaga kerja di Kota Sukabumi dapat lebih siap bersaing di pasar kerja dan mengurangi tingkat pengangguran secara bertahap,”‘ pungkasnya
Selain itu, isu lain yang disoroti dalam forum ini adalah belum adanya Balai Latihan Kerja (BLK) di Kota Sukabumi. Meskipun Disnaker telah menyelenggarakan berbagai pelatihan kerja, keberadaan BLK dinilai krusial untuk mengoptimalkan peningkatan keterampilan tenaga kerja secara sistematis.
Abdul menjelaskan pihaknya terus berupaya mewujudkan pembangunan BLK dan berharap rencana ini dapat direalisasikan pada tahun 2026 mendatang.












