SUKABUMI – Literasi identik dengan membaca dan menulis. Istilah literasi kini semakin familiar dan bukan menjadi istilah yang baru lagi. Di berbagi bidang kata literasi seolah menjadi parameter meningkatnya kualitas seseorang terutama dalam hal bacaan dan tulisan. Di dunia pendidikan bahkan lebih marak lagi menggalakkan literasi. Sekolah akan dianggap sekolah yang sudah terliterasi jika di sana ada perpustakaan dengan koleksi lengkap. Meski juga patut dipertanyakan tingkat sirkulasi peminjaman koleksinya.
Sebagai upaya mendobrak corak baru di kota Sukabumi terkait literasi, Komunitas Poros Literasi Sukabumi menggelar acara Mimbar Literasi dan Diskusi Publik yang dihelat di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi, Sabtu 4 Januari 2025.
Mimbar literasi ini dihadiri anggota komisi III DPRD Kota Sukabumi, Fajar Kontara, sekaligus pembina Komunitas Poros Literasi,
Sekretaris Dispusipda Kota Sukabumi, perwakilan dari DP2KBP3A, Duta baca Kota dan Kabupaten Sukabumi, perwakilan komunitas literasi, OKP, pelajar dan mahasiswa berjumlah 70 orang serta narasumber Dedi Amrullah Hasba, selaku sosiolog.
Kegiatan diawali dengan penampilan dari berbagai partisipan dalam bentuk pertunjukan ekspresi hasil dari literasi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dalam bentuk penguatan dan penyadaran terkait literasi.
Dalam sambutannya, Fajar Kontara mengatakan, dengan kegiatan ini diharapkan bisa membantu setiap orang untuk dapat mengekspresikan hasil dari apa yang mereka baca seperti mengekspresikannya melalui musikalisasi, puisi, monolog, tari dan syair dari beberapa bahasa.
“Adapun diskusi yang dibahas ini sebagai bentuk penyadaran terhadap audiens terkait literasi bahwa dengan berliterasi setiap orang sudah melaksanakan syariat Islam, kenapa demikian karena Islam mengajarkan setiap ummat untuk Iqro (baca), dengan membaca setiap orang mampu mengetahui dunia, agama dan bisa menjadi madrasah serta mencetak generasi yang unggul” ungkap Fajar.
Fajar pun mengapresiasi dengan kegiatan Komunitas Poros Literasi ini karena menurutnya sebagai bentuk ikhtiar dalam meningkatkan kualitas diri baik dalam segi keilmuan, sosial ataupun ekonomi.
“Apalagi kegiatan ini bukan hanya dihadiri oleh mahasiswa tapi juga oleh pelajar yang mudah-mudahan bisa memberikan dampak besar untuk Kota Sukabumi karena pemuda adalah poros perubahan,” pungkasnya.

Siti Nur Halimah selaku Founder Poros Literasi menerangkan bahwa isi dari pembahasan materi salah satunya terkait sejarah awal literasi yang berasal dari nabi Adam. Dimana nabi Adam memahami Tuhannya, beribadah dan mengetahui cara hidup di dunia dan setiap orang yang pandai berliterasi menurutnya harus semakin tinggi keimanan dan ketakwaannya, karena dengan berliterasi setiap insan akan semakin bernilai dan memiliki etika yang tinggi.
“Tentunya selain membaca, setiap orang harus mampu mengekspresikan hasil dari apa yang mereka baca salah satunya terkait kesenian dan dengan adanya mimbar literasi memberikan informasi mendasar terhadap semua orang bahwa memahami literasi bisa dengan cara yang indah dan seni yang indah,” terang Siti Nur Halimah.
Sementara Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kota Sukabumi, Galih Marelia Anggraeni, menyambut baik kegiatan Mimbar lietrasi dan diskusi publik dengan tema “Ekspresi tanpa batas” yang digagas oleh pegiat literasi muda yang menurutnya memiliki perhatian terhadap Literasi di Sukabumi, apalagi untuk menarik minat generasi muda terhadap literasi mimbar literasi tersebut dikemas dengan konsep “berkesenian” yang unik dan inovatif.
Dispusipda yang diwakili oleh Plt. Sekdis Adas Nuralamsyah menyebut animo peserta yang hadir sangat luar biasa. Menurutnya, kegiatan ini sangat berkontribusi besar dalam meningkatkan tingkat kegemaran membaca di Kota Sukabumi, dimana tingkat kegemaran membaca merupakan salah satu target kinerja Dispusipda Kota Sukabumi. “Acara seperti ini penting dan perlu untuk digiatkan di Kota Sukabumi. Kedepannya kami akan menginisiasi dan memfasilitasi kegiatan seperti ini untuk mewujudkan Kota Sukabumi yang literat,” kata Adas.
Sementara itu partisipan yang tampil dalam kegiatan Mimbar Literasi terdiri delapan orang dari latar belakang berbeda-beda diantaranya; Syifa Syahrul Rachima (pelajar dari Smansa), Sauqi Andika Utami (Mahasiswa UPI, Alifiya Maharani dan Riani Safitri (pelajar Smansa), Siti Enjelna Fitria (KSHT Cabang Sukabumi), Alvi Hadi (Donor Oksigen) dan Idris Iskandar (Founder RBIK).












