SUKABUMI – Universitas Nusa Putra mengajak kepada mahasiswa khususnya Indonesia Timur untuk memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang telah diberikan pihak kampus dalam bentuk beasiswa dalam mengembangkan pengetahuan, sehingga ilmu yang didapat bisa diaplikasikan di daerah asalnya masing-masing.
Hal itu diungkapkan Kepala Student Creativity and Activity Unit (SCAU) Gia Yosep Gunawan, ST., MT. dalam sambutan kegiatan Pembinaan Mahasiswa Beasiswa Indonesia Timur, Senin 30 Desember 2024, di Kampus Universitas Nusa Putra Jl. Raya Cibolang-Cisaat No. 21 Desa Cibolang Kaler Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.
Gia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk memeriksa atau mengevaluasi sejauh mana perkembangan pendidikan mahasiswa Indonesia Timur dan sudah sejauh mana pencapaian yang sudah dilakukan oleh mereka sehingga nantinya akan dijadikan barometer program beasiswa selanjutnya bagi mahasiswa Indonesia Timur pada tahun 2025.
“Mahasiswa Indonesia Timur angkatan 2020/2021 ini akan kita dijadikan barometer untuk program beasiswa mahasiswa Indonesia Timur pada tahun 2025, sehingga program beasiswa tersebut akan benar-benar dievaluasi apakah masih bermanfaat atau tidak, apabila masih berjalan baik maka akan dilanjutkan dan apabila tidak maka program tersebut akan dihentikan,” imbuh Gia.

Pihak kampus menurutnya akan melakukan filterisasi terhadap mahasiswa yang tidak pernah mengikuti kegiatan pembelajaran di kampus. “Apabila ditemukan mahasiswa yang tidak pernah ikut kegiatan pembelajaran, maka pihak kampus akan mencabut program beasiswa yang telah diberikan terhadap mahasiswa tersebut,” tegasnya.
Giapun menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa Indonesia Timur yang telah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, mampu berbaur dengan masyarakat sekitar dan dapat beribadah di rumah-rumah ibadah yang ada di Sukabumi, walaupun ia juga menyayangkan adanya laporan warga dengan keberadaan mereka yang kerap menimbulkan masalah.
“Sangat disayangkan yah, masih ditemukan beberapa laporan dari masyarakat tempat tinggal mahasiswa Indonesia Timur yang masih belum mampu beradaptasi dengan masyarakat sekitar, sehingga menimbulkan beberapa permasalahan, maka dari itu pihak kampus mengingatkan agar mahasiswa Indonesia Timur segera menyesuaikan diri di lingkungan tempat tinggalnya dan apabila mengalami permasalahan dengan masyarakat setempat agar segera melaporkan hal tersebut kepada pihak kampus,” pungkasnya.
Kegiatan Pembinaan Mahasiswa Beasiswa Indonesia Timur tersebut juga menghadirkan Alberto Mahaluby, M.Sc, dari Polres Sukabumi Kota yang memberikan materi tentang “Pengenalan Wilayah Geografis dan Potensi Konflik Wilayah Hukum Polres Sukabumi Kota.












