SUKABUMI – Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024 yang dilaksanakan di Café Om Sinyo, Jalan Suryakencana Kota Sukabumi, Rabu,(18/12/2024). Penyelenggaraan Musrenbang terakhir tingkat kelurahan di Kota Sukabumi mengambil tema “Pemantapan pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.”
Lurah Benteng, Tri Sri Hastuti dalam eksposnya menekankan bahwa Musrenbang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah forum yang sangat penting dalam merumuskan program pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.
“Setiap RW menyodorkan beberapa usulan seperti fisik yang meliputi pembangunan jalan, drainase, renovasi rumah tidak layak huni atau rutilahu, saluran air limbah, rehabilitasi sekretariat RW dan pengecatan Posyandu. Sedangkan untuk program non-fisik, fokus pada peningkatan indeks pendapatan masyarakat melalui insentif kader Kelurahan serta pelatihan-pelatihan untuk masyarakat,” terang Tri.
Sementara untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menurut Tri hingga kini masih tersisa 60 sampai 70 unit rumah yang akan mendapatkan bantuan pemerintah. “Di Kelurahan Benteng ini sudah 4 tahun berturut-turut mendapatkan bantuan dari Gubernur,” kata Tri.
Tri pun menargetkan sisa unit RTLH di wilayahnya bisa rampung mendapatkan bantuan hingga dua sampai dengan tiga tahun kedepan dan berharap nilai bantuan untuk RTLH bisa ditambah.
”Barangkali kedepan ada kebijakan baru seperti penambahan dari sisi jumlah bantuan, mengingat sasaran RTLH adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR, jangan kan untuk swadaya, untuk hidup sehari-hari saja susah, jadi mungkin ada kebijakan baru dari pemerintah terutama Pemprov Jabar untuk penambahan dari jumlah bantuan yang diberikan kepada MBR,” harap Tri.
Di Kota Sukabumi sendiri tercatat sebanyak 145 RTLH diusulkan mendapatkan bantuan pembangunan ini tersebar di sembilan kelurahan. RTLH yang diajukan tersebut sebelumnya sudah dilakukan peninjauan dan lolos verifikasi.

Setiap keluarga penerima manfaat dari bantuan ini diberikan anggaran Rp20 juta untuk memperbaiki rumahnya agar menjadi layak huni seperti tersedia sanitasi, ventilasi dan lainnya. Pemerintah daerah sendiri mengimbau warga yang mendapat bantuan untuk memanfaatkan bantuannya sebaik mungkin karena dalam pelaksanaan pembangunan akan diawasi. Pembangunan RTLH ini bertujuan untuk mempercepat pengentasan kawasan kumuh di Kota Mochi ini, karena jumlah RTLH yang tersebar di Kota Sukabumi masih cukup banyak.












