SUKABUMI – Teka – teki siapa pendamping Achmad Fahmi di perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Sukabumi kini terjawab sudah. Setelah melalui hiruk-pikuk di dunia politik, bakal calon Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi akhirnya menggandeng Dida Sembada sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Sukabumi.
Dida adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Aparatur Sipil Nasional (ASN) senior yang memiliki rekam jejak positif di Kota Sukabumi. Keduanya akan menjadi pasangan yang serasi pada Pilkada 2024 yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, PKB dan Partai Perindo.
Jargon “Serasi” diyakini bukan hanya sebuah jargon politik dan pernyataan yang manasuka, melainkan sebuah harapan, doa dan sikap dalam menjalankan pemerintahan Kota Sukabumi.
Pasangan “Serasi” bisa direpresentasikan melalui sosok Achmad Fahmi sebagai politisi kawakan. Serta Dida Sembada sebagai ASN senior yang tentu matang dalam administrasi pemerintahan.
“Serasi adalah menyatukan perbedaan menjadi harmoni indah yang tercipta ketika berbagai latar belakang budaya, keyakinan dan perspektif saling menghormati dan bekerja sama demi kebaikan bersama, mewujudkan kota yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga menumbuhkan kehidupan yang penuh berkah dan kedamaian” ujar Bakal Calon Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, Rabu (14/8/2024).
Menurutnya, secara filosofis, “serasi” selalu dikaitkan dengan konsep harmoni dan keselarasan. Konsep ini dikemukakan filsuf Yunani Kuno, Aristoteles, yang mengajarkan bahwa manusia harus mencari keselarasan antara kebijaksanaan, keberanian, keterampilan dan keadilan. Bahkan di kebudayaan Tiongkok, serasi juga menjadi landasan bagi konsep “Yin”’ dan “Yang” yang menekankan pada keselarasan lahir-batin.
“Dalam Islam pun, serasi bermakna profetik, yakni keselarasan dalam hubungan antar-manusia (hablum minannas) dan hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah). Sebagai individu, mukmin mesti wasatiyyah (moderat), seimbang antara kepentingan dunia (duniawi) dan kepentingan akhirat (ukhrawi). Dalam politik, hal itu tercermin dalam konsep kepemimpinan Rasulullah SAW,” terang Fahmi.
“Saya dan pak Dida berkeyakinan keserasian ini merupakan dualitas yang saling melengkapi seperti halnya siang-malam, panas-dingin, tubuh-jiwa, yang merupakan rasio relativitas. Fahmi-Dida menjadikan “serasi” sebagai landasan dialektis–pentingnya sebuah ketetapan untuk menentukan ketepatan dalam menjalankan pemerintahan Kota Sukabumi,” pungkasnya.
Fahmi berharap doa restu dan dukungan seluruh warga Kota Sukabumi, agar pasangan Fahmi-Dida akan tetap jadi pilihan yang tepat untuk Kota Sukabumi yang Serasi. (dry)














