SUKABUMI – Hari Kebaya Nasional di tetapkan pada tanggal 24 Juli. Di Kota Sukabumi, sejumlah emak-emak dalam waktu dekat berencana akan membentuk Komunitas Perempuan Berkebaya yang sudah memiliki anggota kurang lebih 200 orang dari berbagai wilayah di tujuh kecamatan Kota Sukabumi.
Salah seorang pencetus Komunitas Perempuan Berkebaya Kota Sukabumi, Neng Shella menyebut, berkebaya merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya. “Dengan berkebaya kita bisa mengedukasi kaum milenial dengan semangat menggunakan tradisi dari kebudayaan negeri sendiri,” ujarnya. Sabtu (20/7/2024).
Lanjutnya, kebaya tidak hanya identik dipakai pada saat peringatan Hari Kartini atau acara kondangan saja, akan tetapi saat ini sudah banyak sekolah serta instansi yang memakai baju kebaya di setiap hari tertentu.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal lebih jauh kebaya sebagai simbol identitas bangsa. Dalam upaya menjaga nilai-nilai kebangsaan yang semakin tergerus di era globalisasi, peran serta semua pihak, terutama para komunitas kebaya, dianggap penting,” jelas Shella.
Harapannya, kedepan masyarakat bisa lebih mencintai, mengembangkan, serta menerapkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara salah satu tokoh masyarakat Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami menyebut, antusias perempuan di Kota Sukabumi dalam mengenakan kebaya sangat besar, namun secara resmi komunitasnya belum terbentuk.

“Kalau kita lihat pecinta kebaya di Sukabumi sangat banyak, mulai dari ibu dokter, istri saya sendiri pegiat kebaya, karena kebaya itu merupakan warisan budaya kita yang harus dilestarikan. Dan saat ini sudah muncul Komunitas Perempuan Berkebaya di sukabumi dan mudah-mudahan komunitas ini akan terus berlanjut dan bisa tumbuh berkembang di Kota Sukabumi,” ungkap Andri.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional. Hal ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023 tentang Hari Kebaya Nasional.














