Sukabumi – Sejumlah warga pengendara yang melintas perempatan Degung mengeluhkan dengan matinya lampu setopan atau traffic light terutama dari arah Jalan Sudirman, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Tentu saja, tidak berfungsinya traffic light tersebut membuat warga lebih berhati-hati saat melintas perempatan tersebut.
Pengendara motor, Aqsyal (23) misalnya. Warga Perum Karang Kencana Ciseureuh yang setiap hari bekerja di Kota Sukabumi itu mengeluhkan traffic light di perempatan Degung Jalan Sudirman Kota Sukabumi yang mati total. Dirinya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dalam hal ini Dinas terkait untuk segera merespon keluhannya dan memperbaiki lampu lalu lintas yang rusak itu.
“Memang traffic light di perempatan Degung Jalan Sudirman ini sangat sering tidak berfungsi. Karena itu, pemerintah perlu melakukan perbaikan dan bila perlu diganti karena keberadaannya sangat penting untuk menghindari kecelakaan lalu lintas,” ungkap Aqsyal kepada Bumi Channel, Minggu (22/10).

Sementara itu Kepala Dishub (Kadishub) Kota Sukabumi, Imran Wardhani membenarkan rusaknya traffic light di Kota Sukabumi, terutama di perempatan Degung. Pihaknya berupaya merespon cepat adanya pengaduan kerusakan traffic light hingga mati total di lokasi tersebut, Minggu (22/10).
Menurut Imran, kerusakan traffic light yang terjadi sejak Jumat (20/10) lalu diduga akibat korsleting listrik.
“Setelah mendapatkan laporan, petugas langsung melakukan peninjauan ke lokasi. Karena kerusakannya cukup parah sehingga perbaikan membutuhkan waktu beberapa hari,” kata Kadishub Kota Sukabumi, Imran Wardhani saat dihubungi Bumi Channel, Minggu (22/10).
Terlebih, lanjut Imran, suku cadang traffic light berupa IC Power tidak ada di Sukabumi. Sehingga harus membelinya di Daerah Bandung. Otomatis, hal itu membuat perbaikan terkendala dan harus menunggu komponen yang dipesan.
“Karena komponen yang rusak itu tidak ada sehingga harus membelinya di Bandung,” cetusnya.
Parahnya lagi ungkap Imran, kerusakan traffic light tersebut bukan kali pertamanya terjadi. Traffic light di Kota Sukabumi sudah usang karena faktor usia, sehingga dari jumlah total enam unit traffic light yang ada di Kota Sukabumi, di perempatan Degung yang lebih sering terjadi kerusakan.
“Karena faktor usia ya. Dari sejak 2005 silam sampai saat ini belum ada penggantian. Ditambah minimnya anggaran perawatan, sehingga kondisinya sering terjadi gangguan,” bebernya.
Sejauh ini, sambung Imran, Dishub Kota Sukabumi sudah mengajukan pergantian beberapa unit traffic light yang kodisinya sudah tua.
“Kami sudah mengajukannya, mudah-mudahan pada 2024 lalu ada penggantian traffic light. Selain itu, kami harap anggaran pemeliharaan bisa lebih meningkat,” pungkasnya.














