SUKABUMI – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum bagi Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Sukabumi untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, sekaligus membangun kebersamaan di antara para anggota yang telah memasuki masa purna bakti.
Kegiatan yang digelar di Gedung Pusat Kajian Islam (Puski), Jalan Veteran II, Kota Sukabumi, Sabtu (10/10/2026), berlangsung dengan antusiasme para anggota PWRI dari berbagai kecamatan.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi, Imran Wardhani, membacakan sambutan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki. Pemerintah Kota Sukabumi menyampaikan apresiasi kepada PWRI atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut.
Menurutnya, tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Bersilaturahmi dan Kebersamaan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI)” sejalan dengan komitmen pembangunan Kota Sukabumi di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Ayep Zaki.
“Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mari kita jadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai landasan moral dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” demikian pesan Wali Kota yang dibacakan Imran.
Ia juga mengajak seluruh anggota PWRI untuk terus mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan, serta bersama-sama mengawal upaya mewujudkan Sukabumi Bercahaya.
Ketua PWRI Kota Sukabumi, Euis Suhartini, menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengamalkan nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai kesabaran, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama menjadi bekal penting bagi para anggota, khususnya dalam menjalani masa lanjut usia.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini untuk meningkatkan keimanan dan kecintaan anggota PWRI Kota Sukabumi kepada Rasulullah SAW, sekaligus meneladani akhlak beliau, seperti sabar, bersyukur, dan peduli kepada sesama,” ujar Euis.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat hubungan antaranggota dari berbagai kecamatan serta mengisi masa purna bakti dengan kegiatan religius dan pembelajaran sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW atau sirah nabawiyah.
Euis mengaku bersyukur melihat antusiasme anggota yang hadir. Meski sejumlah anggota berhalangan karena kegiatan keluarga dan agenda lainnya, partisipasi perwakilan dari berbagai kecamatan menunjukkan semangat kebersamaan yang terus tumbuh.
Bagi Euis, salah satu hal penting dalam kepengurusan PWRI saat ini adalah membangun kembali kedekatan antaranggota yang sebelumnya belum terjalin secara optimal.
Ia mengungkapkan, masih ada anggota yang mengetahui keberadaan PWRI, tetapi belum merasa cukup dekat dengan organisasi tersebut. Karena itu, dirinya berupaya merangkul anggota melalui berbagai kegiatan dan undangan agar mereka kembali aktif bersilaturahmi.
“Saya justru ingin mengumpulkan para anggota untuk bersilaturahmi. Selama ini mereka tahu ada PWRI, tetapi mungkin belum semuanya merasa dirangkul. Makanya, selama ini saya selalu mengundang mereka,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, PWRI Kota Sukabumi juga menghadirkan H. Deden Solahudin, anggota DPRD Kota Sukabumi yang juga merupakan anggota PWRI, sebagai penceramah.
Kehadirannya diharapkan menambah pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, PWRI Kota Sukabumi berupaya menunjukkan bahwa masa purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian. Para pensiunan tetap memiliki ruang untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial, keagamaan, dan penguatan persaudaraan.
Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus terpelihara, sehingga PWRI tidak sekadar menjadi wadah organisasi para pensiunan, tetapi juga menjadi rumah silaturahmi yang menghadirkan manfaat, kepedulian, dan kebahagiaan bagi para anggotanya.












