SUKABUMI – Siapa bilang aparatur sipil negara (ASN) hanya identik dengan rapat, pelayanan publik, dan tumpukan berkas? Di Sukabumi, para abdi negara justru unjuk kebolehan di atas panggung dengan gitar, drum, keyboard hingga mikrofon.
Sebanyak 23 grup band ASN Kota Sukabumi ambil bagian dalam Festival Band ASN Pemda Kota Sukabumi 2026 yang digelar selama dua hari, 12–13 September 2026, di Gedung Juang 45 Sukabumi.
Festival ini sontak menghadirkan suasana berbeda. Para ASN yang sehari-hari tampil formal dengan seragam kedinasan, untuk sementara berubah menjadi musisi panggung dengan gaya dan karakter masing-masing.
Bukan sekadar tampil, setiap peserta juga mendapat tantangan khusus. Mereka diwajibkan membawakan lagu “Sukabumi Melangkah Pasti” karya Empi Rapiah yang pernah dipopulerkan oleh Wali Kota Sukabumi periode 2003–2013, almarhum H.M. Muslikh Abdussyukur.
Selain lagu wajib tersebut, masing-masing grup juga bebas memilih satu lagu lainnya untuk menunjukkan karakter musik mereka.
Peserta pun datang dari berbagai lingkungan pemerintahan, mulai dari perangkat daerah, Setda, kecamatan, kelurahan, guru, PDAM hingga DPRD Kota Sukabumi.
Alhasil, panggung Festival Band ASN 2026 bukan hanya menjadi arena adu musikalitas, tetapi juga berubah menjadi panggung hiburan yang memperlihatkan sisi lain para aparatur pemerintahan. Festival ini digelar sebagai ruang bagi ASN Kota Sukabumi untuk menyalurkan bakat dan kreativitas di bidang musik.
Di atas panggung, mereka bebas berekspresi. Ada yang tampil energik, ada yang tampil santai, bahkan tak sedikit yang sukses mencuri perhatian lewat aksi panggung dan karakter musik masing-masing.
Dukungan terhadap kegiatan ini salah satunya datang dari PT Siber Teknologi Persada Indonesia (STPI), entitas yang bergerak di bidang solusi kreatif dan teknologi serta menjadi bagian dari Syailendra Creative.
Vice President STPI Group Corporate, Alberto Mahaluby, atau akrab disapa Abe, mengatakan dukungan tersebut bukan sekadar untuk menyukseskan festival.
Menurutnya, STPI ingin ikut membuka ruang yang lebih luas bagi perkembangan talenta musik di Sukabumi.
“Kami sangat mendukung penyelenggaraan Festival Band ASN ini. Tujuannya ingin mewadahi grup band di Sukabumi agar bisa berkembang,” ujar Abe.

Bahkan, STPI membuka peluang lebih jauh bagi band-band lokal yang memiliki potensi.
Jika ditemukan grup yang dinilai memiliki kualitas dan karakter kuat, STPI siap memberikan dukungan berupa fasilitas rekaman, produksi video klip hingga peluang menjadi brand ambassador STPI.
“Kalau ada grup band Sukabumi yang bagus, ke depannya bisa kami orbitkan melalui STPI. Kami bisa fasilitasi rekaman, video klip, bahkan bisa menjadi brand ambassador STPI,” katanya.
Keseruan Festival Band ASN 2026 semakin terasa pada malam penutupan. Sejumlah grup band asal Sukabumi akan tampil dan dipastikan membuat suasana Gedung Juang 45 semakin meriah. Di antaranya Strike, Danska Party, Brebelution, Alek, Metavia, hingga Classic Vibe yang merupakan brand ambassador STPI.
Kehadiran band-band tersebut membuat panggung penutupan berubah menjadi pesta musik yang mempertemukan ASN dan para musisi Sukabumi dalam satu panggung.
Festival Band ASN 2026 pun tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang lebih humanis antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas kreatif.

Abe menilai, kegiatan semacam ini penting untuk menunjukkan bahwa ASN memiliki sisi lain di luar rutinitas pekerjaan pemerintahan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ASN bukan hanya pengabdi bangsa, tapi juga punya jiwa seni yang bisa menghibur dan menyatukan,” ungkapnya.
Melihat antusiasme peserta dan kemeriahan penutupan, Festival Band ASN 2026 direncanakan tidak berhenti sebagai acara perdana. Kegiatan tersebut diharapkan dapat digelar secara rutin sekaligus menjadi panggung tahunan untuk menemukan talenta-talenta musik baru dari lingkungan ASN maupun Sukabumi secara lebih luas.
Sebab, di balik meja kerja dan seragam kedinasan, ternyata ada banyak ASN Sukabumi yang siap “naik kelas” menjadi bintang panggung.












