SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan keras pentingnya integritas para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia mengingatkan, sumpah dan janji jabatan bukan sekadar seremoni di hadapan pejabat, tetapi komitmen yang harus dibuktikan melalui sikap, keputusan, dan tindakan sehari-hari. Penegasan itu disampaikan Ayep Zaki saat memimpin Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan 21 Pejabat Fungsional yang diberi tugas sebagai Kepala Sekolah di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Senin (7/9/2026).
Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi, Asisten Daerah III, Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKPSDM, Ketua Dewan Pendidikan, serta para koordinator kepala sekolah SD dan SMP. Di hadapan para kepala sekolah, Ayep menekankan bahwa jabatan merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang tidak bisa dijalankan hanya dengan formalitas administratif.
Menurutnya, kebenaran, kejujuran, dan keadilan harus menjadi fondasi dalam setiap kebijakan dan pelayanan pendidikan. Terlebih, di tengah perkembangan teknologi digital, aktivitas dan kinerja aparatur semakin mudah dipantau.
“Yang diucapkan harus sesuai dengan hati dan diwujudkan dalam perbuatan. Tegakkan kebenaran, tegakkan kejujuran, tegakkan keadilan,” tegas Ayep.
Ia juga meminta kepala sekolah tidak hanya menjadi pengelola administrasi sekolah, tetapi tampil sebagai teladan bagi guru maupun peserta didik. Disiplin, perilaku, pelayanan kepada masyarakat hingga cara mengambil keputusan, kata Ayep, harus mencerminkan nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada siswa.
Ia secara tegas mengingatkan para kepala sekolah untuk menjauhi berbagai perilaku tercela, mulai dari kebohongan, penipuan, pencurian, perjudian, penyalahgunaan narkoba, perbuatan asusila hingga kekerasan.
Bagi Ayep, sulit membangun karakter siswa jika orang-orang yang berada di garis depan pendidikan justru gagal memberikan contoh.
Ia menilai pendidikan bukan sekadar urusan transfer ilmu pengetahuan. Lebih jauh, pendidikan merupakan fondasi dalam membangun peradaban sekaligus menentukan wajah bangsa di masa depan.
Karena itu, kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP dinilai memiliki posisi strategis. Mereka berada di garis depan dalam membentuk karakter generasi yang dalam 20 hingga 30 tahun mendatang akan menjadi penerus bangsa.
Ayep pun mengajak para kepala sekolah memperlakukan peserta didik dengan penuh kepedulian dan kasih sayang, layaknya keluarga sendiri. Pada saat yang sama, lingkungan sekolah harus dibangun sebagai ruang pendidikan yang bersih, aman, berintegritas, dan bebas dari berbagai bentuk penyimpangan.
“Mari kita wujudkan kebenaran, kejujuran, dan keadilan mulai dari dunia pendidikan,” pungkasnya.












