SUKABUMI — Bendera Merah Putih kembali berkibar di pentas bulutangkis internasional. Kali ini, kabar membanggakan datang dari pebulutangkis muda asal Kota Sukabumi, Muhammad Malik Jauharie. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun, Malik sukses menorehkan prestasi saat menjalani program beasiswa olahraga di China.
Selama hampir dua bulan berada di Negeri Tirai Bambu, siswa kelas IX SMP Negeri 10 Kota Sukabumi itu tidak hanya beradaptasi dengan lingkungan dan pola latihan baru, tetapi juga berhasil meraih gelar juara pertama nomor tunggal putra pada ajang Huang Hua Cup.
Malik berangkat ke China pada 10 Juli 2026, setelah sebelumnya sukses menjadi semifinalis O2SN tingkat Jawa Barat. Putra kedua pasangan Dani Rusnindar dan Kinanti Prameswari tersebut kemudian melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Shanxi, tepatnya Kota Datong, untuk bergabung dengan klub 1896 (Yi Pa Ciou Liyou).
Dihubungi melalui video call WhatsApp, Jumat (28/8/2026), Malik menceritakan pengalamannya selama menjalani program latihan dan kompetisi di China.
Menurutnya, proses adaptasi dengan lingkungan baru berjalan cukup baik. Meski harus menghadapi perbedaan cuaca dan budaya latihan, Malik mengaku bisa menyesuaikan diri dengan rekan-rekan satu klub.
“Alhamdulillah, bisa menyesuaikan diri,” ujar Malik.
Salah satu tantangan yang sempat dihadapinya adalah kondisi kesehatan. Malik mengaku sempat jatuh sakit selama kurang lebih satu minggu. Namun, kondisi tersebut tidak membuat semangatnya untuk berlatih dan bertanding surut. Setelah kembali pulih, Malik kembali menjalani latihan secara normal bersama klubnya.
Dari beberapa kejuaraan yang diikutinya, penampilan Malik menunjukkan perkembangan positif. Pada turnamen pertamanya, ia berhasil melaju hingga perempat final atau babak delapan besar nomor tunggal putra. Sementara di nomor ganda, langkahnya bahkan mampu menembus babak semifinal.
Performa terbaik kemudian ditunjukkannya pada kejuaraan berikutnya. Bermain di Huang Hua Cup, Malik tampil impresif dan berhasil merebut juara pertama tunggal putra.
“Alhamdulillah, dapat juara satu tunggal putra di Huang Hua Cup,” katanya.
Sayangnya, Malik harus melewatkan kesempatan tampil pada turnamen ketiga, Lindan Cup, karena terlambat melakukan pendaftaran.

Meski demikian, capaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Malik dalam mengembangkan kemampuan dan mental bertanding di level internasional.
Selama berada di China, Malik juga merasakan langsung perbedaan fasilitas latihan dibandingkan dengan yang biasa didapatkannya di Sukabumi. Menurutnya, fasilitas di klub tempatnya berlatih jauh lebih lengkap, khususnya untuk menunjang program latihan fisik.
“Peralatannya untuk gym lengkap. Semua peralatan di sini lengkap, lapangannya juga bagus,” ungkapnya.
Tak hanya fasilitas, Malik juga mendapat sambutan positif dari masyarakat dan rekan-rekan di klub. Bahkan, ia mengaku cukup dikenal dan menjadi salah satu atlet yang disukai di lingkungan klubnya.
Kendala bahasa pun sejauh ini tidak menjadi persoalan serius. Komunikasi dengan rekan-rekan menggunakan bahasa Inggris secara sederhana, sementara aplikasi penerjemah menjadi solusi ketika menghadapi percakapan yang lebih sulit. Program beasiswa olahraga yang dijalani Malik di China dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat. Ia dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 1 September 2026.
Sesampainya di Sukabumi, Malik akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, SMP Negeri 10 Kota Sukabumi, untuk mengurus perizinan terkait kelanjutan program tersebut.
Pasalnya, peluang Malik untuk kembali ke China masih terbuka. Jika mendapat izin dari sekolah, ia direncanakan kembali ke China pada 1 November 2026 untuk melanjutkan program beasiswa bulutangkis.
Namun, statusnya sebagai siswa kelas IX membuat persoalan pendidikan harus menjadi perhatian. Malik tetap harus mengikuti rangkaian ujian sekolah dan kewajiban akademik lainnya.

Sebelum kembali berpetualang ke China, Malik juga berpeluang kembali menunjukkan kemampuannya di hadapan publik Sukabumi. Klub asalnya, PB Arjuna Sukabumi, telah mengonfirmasi bahwa Malik sudah didaftarkan untuk mengikuti Kejuaraan Kota (Kejurkot) Sukabumi 2026 yang digelar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Sukabumi. Kejuaraan tersebut direncanakan berlangsung pada pekan ketiga September 2026.
Kembalinya Malik ke lapangan lokal tentu menjadi kesempatan menarik bagi pencinta bulutangkis Sukabumi. Setelah menimba pengalaman dan meraih gelar juara di China, kiprah Malik di Kejurkot nanti layak dinantikan.
Perjalanan Malik Jauhari menjadi bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk bersaing di level internasional. Dari Sukabumi menuju Datong, dari latihan keras hingga podium juara, Malik kini membawa satu pesan penting, yaitu bibit muda Sukabumi siap menantang dunia.












