SUKABUMI – Kesabaran warga Perumahan Karang Kencana, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, mulai habis. Kondisi jalan utama di kawasan tersebut rusak parah, dipenuhi batu dan lubang, namun hingga kini belum terlihat adanya langkah nyata dari pihak pengembang untuk melakukan perbaikan.
Kerusakan paling parah berada di ruas jalan yang berbatasan dengan Perumahan Tanjungsari. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama warga kini berubah menjadi jalur berbatu yang membahayakan pengguna jalan. Sejumlah warga mengaku sudah banyak pengendara yang terjatuh akibat kondisi tersebut.
Kekecewaan warga semakin memuncak lantaran kerusakan jalan dinilai masih menjadi tanggung jawab developer. Warga pun berencana melayangkan petisi resmi sebagai bentuk tuntutan agar pengembang segera memenuhi kewajibannya.
“Harusnya kalau pembangunan rumah masih terus berjalan, perbaikan jalan juga menjadi prioritas. Jangan sampai fasilitas dibiarkan rusak sementara penjualan rumah tetap berjalan,” ujar salah seorang warga.
Menurut warga, selama ini mereka telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan rutin menggelar kerja bakti, menjaga kebersihan, hingga merawat fasilitas perumahan. Namun semangat gotong royong itu dinilai jangan sampai dijadikan alasan bagi developer untuk mengabaikan tanggung jawabnya.
“Jalan rusak bukan kewajiban warga untuk memperbaikinya. Jangan sampai nanti warga lagi yang harus patungan atau kerja bakti menambal jalan. Itu tanggung jawab developer,” tegas warga lainnya.
Salah seorang penghuni, Sarah Widia, mengaku sudah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak developer sejak pertama kali pindah ke Perumahan Karang Kencana. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Memang jalannya sangat memprihatinkan. Saya jadi ingat waktu KKN di daerah pelosok, padahal ini lokasinya di tengah Kota Sukabumi. Di Blok 8 juga jalannya masih penuh batu. Saya sudah sempat bicara ke kantor developer waktu pindahan dulu, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” katanya.
Tak hanya itu, warga juga menagih janji developer yang sebelumnya disebut akan memperbaiki jalan setelah pembangunan masjid selesai. Namun janji tersebut hingga kini belum terealisasi.
Jika dalam pertemuan dengan pihak developer nanti tidak menghasilkan solusi yang jelas, warga mengaku siap mengambil langkah lebih tegas dengan mendesak penghentian sementara pembangunan rumah di blok lain hingga ada kepastian perbaikan jalan.
“Bukan berarti kami menolak pembangunan. Yang kami minta adalah kepastian dan tanggung jawab. Jangan pembangunan terus berjalan, sementara fasilitas dasar seperti jalan justru dibiarkan rusak,” ujar salah seorang warga.
Kini warga Karang Kencana mulai menggalang dukungan agar perjuangan dilakukan secara bersama-sama. Mereka berharap suara kolektif warga dapat mendorong developer segera bertanggung jawab atas kondisi jalan yang dinilai sudah sangat memprihatinkan.













