SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan penguasaan Artificial Intelligence (AI) akan menjadi syarat bagi aparatur sipil negara (ASN) yang ingin mendapat promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Hal itu disampaikan Ayep saat membuka pelatihan lanjutan Sukabumi Smart AI (SUKA-SAI) di Aula BKPSDM Kota Sukabumi, Senin (13/7/2026).
Pelatihan tersebut diikuti 32 ASN yang dipersiapkan menjadi agen AI di masing-masing perangkat daerah.
“Ke depan, promosi jabatan mulai dari eselon IV, III hingga II akan ada tes AI. Calon pejabat harus menguasai Artificial Intelligence,” kata Ayep.
Ia meminta seluruh ASN, termasuk PPPK dan pegawai non-ASN, mulai mempelajari AI agar mampu mengikuti perkembangan teknologi. Menurutnya, Pemerintah Kota Sukabumi ingin membangun birokrasi yang profesional dengan menggandeng perguruan tinggi nasional maupun internasional.
Ayep juga mengingatkan peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius. Ia menegaskan kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena ilmu yang diperoleh nantinya akan diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Selain itu, Ayep menegaskan transformasi digital menjadi bagian penting dari reformasi birokrasi.
Menurutnya, pemerintah harus diisi aparatur yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Kita ingin birokrasi yang lebih efektif dengan SDM yang kompeten sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayah mengatakan pelatihan diikuti 32 ASN muda yang diproyeksikan menjadi penggerak penerapan AI di instansi masing-masing.
Pelatihan menggunakan modul SUKA-SAI (Sukabumi Smart AI) yang dikembangkan sebagai panduan penerapan AI di lingkungan Pemkot Sukabumi. Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan total 16 jam pelajaran.
Menurut Taufik, target utama pelatihan bukan sekadar memperoleh sertifikat, melainkan memastikan AI benar-benar diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di setiap perangkat daerah.













