SUKABUMI – SMK Negeri 1 Kota Sukabumi memberikan klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai dugaan sekolah menjual seragam kepada calon peserta didik baru. Pihak sekolah menegaskan tidak pernah mewajibkan pembelian seragam melalui sekolah.
Kepala SMKN 1 Kota Sukabumi, Giyanto, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, menjelaskan bahwa hingga saat ini sekolah belum pernah mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa untuk membahas ketentuan penggunaan seragam.
“Belum ada pertemuan dengan orang tua dan belum ada pernyataan resmi dari sekolah terkait seragam,” ujarnya.
Giyanto menegaskan, SMKN 1 Kota Sukabumi tidak melayani penjualan seragam. Orang tua dipersilakan membeli seragam di mana saja, baik di toko, pasar maupun toko daring, selama sesuai dengan ketentuan dan tata tertib sekolah.
“Yang penting seragamnya sesuai aturan sekolah, seperti putih-putih pada hari Senin, Pramuka pada hari Selasa, dan seterusnya,” katanya.
Ia juga memastikan siswa yang belum mampu membeli seragam baru tetap diperbolehkan mengenakan seragam SMP atau MTs selama masih layak digunakan dan memenuhi ketentuan berpakaian di sekolah.
“Ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Kami memahami kondisi orang tua. Silakan menggunakan seragam lama terlebih dahulu jika belum mampu membeli yang baru,” ungkapnya.
Selain itu, sekolah memiliki program School Social Responsibility (SSR) untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut didanai melalui gerakan Sapoe Sarebu serta dukungan para alumni dan perusahaan tempat alumni bekerja.
Dana tersebut akan digunakan untuk membantu kebutuhan siswa, seperti pengadaan seragam maupun sepatu bagi siswa yang benar-benar membutuhkan. Pendataan penerima bantuan akan dilakukan oleh wali kelas pada awal tahun ajaran baru.
Di akhir keterangannya, Giyanto mengingatkan calon peserta didik agar lebih mempersiapkan mental dan kondisi fisik menjelang masuk sekolah, seperti merapikan rambut, meningkatkan kebugaran melalui olahraga, serta menghentikan kebiasaan merokok.
Menurutnya, kesiapan karakter dan kesehatan jauh lebih penting karena banyak perusahaan mitra sekolah mengutamakan lulusan yang disiplin dan memiliki kondisi fisik yang baik.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi, pihak sekolah juga telah memasang pengumuman resmi di papan informasi (mading) sekolah dan berencana memperbesar pengumuman tersebut agar masyarakat tidak lagi khawatir maupun salah paham terkait kebijakan seragam di SMKN 1 Kota Sukabumi.












