SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi melantik dan mengambil sumpah jabatan 102 aparatur sipil negara (ASN) di Gedung Juang 45, Senin (6/7/2026). Pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki.
ASN yang dilantik terdiri dari 9 pejabat administrator (eselon IIl), 31 pejabat pengawas (eselon IV), 20 pejabat fungsional, dan 42 CPNS yang resmi diangkat menjadi PNS.
Wali Kota mengatakan pelantikan bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi amanah untuk membangun birokrasi yang lebih produktif, profesional, dan berorientasi pada hasil. la meminta seľuruh aparatur bekerja cepat, adaptif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ayep juga menyoroti kondisi APBD Kota Sukabumi yang masih didominasi belanja pegawai. Karena itu, pemerintah menyiapkan dua langkah utama, yaïtu penataan jumlah aparatur sesuai kebutuhan organisasi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, peningkatan PAD mulai berdampak pada percepatan pembangunan seperti pembangunan tugu perbatasan, Gedung Dekranasda, Jembatan Kopeng perbaikan Jalan Gudang dan Jalan Prana, serta Kantor Kecamatan Gunung Puyuh
Selain itu, Ayep mendorong ASN nemanfaatkan media sosiaÎ sebagai sarana komunikasi publik untuk menyampaikan program, capaian kinerja, dan layanan pemerintah secara terbuka dan cepat.
“Kinerja pemerintah tidak hanya diukur dari pelaksanaan program, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pelayanan yang responsif dan transparan kepada masyarakat, ujarnya.
Sementara Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, memastikan pengisian jabatan yang kosong di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi akan terus dilakukan secara bertahap agar pelayanan publik dan roda organisasi tetap berjalan optimal. Menurut Taufik, pejabat yang dilantik berasal dari jabatan eselon III, eselon IV, dan pejabat fungsional yang telah melalui mekanisme sesuai ketentuan.
Selain pelantikan, BKPSDM juga menyerahkan surat keputusan kepada ASN hasil seleksi CPNS 2024 yang telah menyelesaikan masa percobaan selama satu tahun sehingga resmi diangkat menjadi PNS 100 persen.
Ia menjelaskan, pengisian jabatan dilakukan untuk menghindari kekosongan di setiap perangkat daerah. Pasalnya, hampir setiap bulan ada ASN yang memasuki masa pensiun, baik di jabatan eselon III maupun eselon IV.
“Setiap bulan ada yang pensiun, sehingga pengisian jabatan akan terus dilakukan agar tidak terlalu lama kosong,” ujarnya.
Pelantikan ini diharapkan memperkuat efektivitas organisasi dan mempercepat pelaksanaan program pembangunan di Kota Sukabumi.












