SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi memastikan tetap berkomitmen mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 meski di tengah keterbatasan anggaran. Untuk mendukung keberangkatan kontingen, Pemkot berencana menggandeng pelaku usaha dan dunia industri melalui skema kolaborasi pendanaan.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Bambang Herawanto, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Rahmat Sukandaar, Ketua KONI Kota Sukabumi, Yoseph Mahdi Yuansyah, serta perwakilan cabang olahraga (cabor), Kamis (18/6/2026).
Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, mengatakan pertemuan tersebut menjadi bukti keseriusan seluruh pihak untuk memastikan Kota Sukabumi dapat berpartisipasi pada Porprov Jabar 2026 yang akan berlangsung pada November mendatang.
“Pertemuan dengan Komisi III DPRD, KONI dan perwakilan cabor ini menunjukkan keseriusan kita untuk ikut serta dalam Porprov Jabar 2026. Insya Allah kemarin sudah dipastikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan berpartisipasi,” ujar Rahmat.
Menurutnya, kondisi anggaran daerah yang saat ini belum ideal menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Pemkot berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar kebutuhan pembiayaan kontingen dapat terpenuhi.
Dalam waktu dekat, Disporapar akan mengundang para pelaku usaha dan dunia industri untuk membahas kemungkinan dukungan terhadap keberangkatan atlet Kota Sukabumi ke ajang olahraga terbesar di Jawa Barat tersebut.
“Kita ingin keikutsertaan ini menjadi kolaborasi bersama stakeholder lain. Nanti para pelaku usaha dan dunia industri akan kita undang untuk berbagi peran. KONI juga akan menyiapkan formula atau skema agar dengan anggaran yang ada kita tetap bisa berpartisipasi,” jelasnya.
Rahmat mengungkapkan, kebutuhan anggaran Porprov versi KONI mencapai sekitar Rp5 miliar, sementara perhitungan Disporapar berada di angka Rp3,9 miliar. Namun, anggaran yang tersedia saat ini masih berada di bawah kebutuhan tersebut.
“Kalau idealnya memang besar. Versi KONI sekitar Rp5 miliar, versi Disporapar Rp3,9 miliar. Mudah-mudahan nanti bisa mendapatkan sejumlah itu, tetapi sekarang masih di bawah kebutuhan. Kita terus berusaha,” katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Sukabumi, Yoseph Mahdi Yuansyah, menegaskan pihaknya tetap optimistis dan akan mengupayakan seluruh atlet dapat diberangkatkan ke Porprov Jabar 2026.
“Apapun yang terjadi, kita akan mengoptimalkan anggaran yang ada dan berupaya memberangkatkan semua atlet terlebih dahulu,” tegas Yoseph.
Meski demikian, KONI juga tengah menyiapkan sejumlah alternatif skema pembiayaan, termasuk menentukan cabang olahraga prioritas yang memiliki peluang besar meraih medali.
“Nanti ada beberapa alternatif dan skema yang digagas satgas terkait kebutuhan cabor prioritas. Mana yang menjadi target utama karena kita menargetkan 12 medali emas pada Porprov Jabar 2026,” pungkasnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, harapan besar kini tertuju pada dukungan seluruh pihak, termasuk dunia usaha, agar kontingen Kota Sukabumi dapat tampil maksimal dan mencapai target prestasi di Porprov Jabar 2026.













