SUKABUMI – Kegiatan khitanan massal kembali digelar Yayasan Al Furqon Kebonjati, Kota Sukabumi, Minggu (24/5/2026). Bertempat di aula yayasan, kegiatan sosial yang memasuki pelaksanaan kedua di tahun 2026 ini diikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi.
Ketua Yayasan Al Furqon, Ahmad Farid mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya melanjutkan perjuangan para pendiri dan orang tua terdahulu yang rutin mengadakan khitanan massal setiap bulan Zulhijjah di Masjid Al Furqon.
“Jadi sebetulnya ketika saya didaulat menjadi Ketua Yayasan Al Furqon, saya ingin meneruskan perjuangan orang tua. Dulu di Masjid Al Furqon setiap bulan Zulhijjah ada khitanan massal, sempat terhenti, lalu di masa kepemimpinan kami mulai dihidupkan kembali,” ujarnya.
Menurutnya, khitanan massal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk ibadah sosial yang harus terus dijaga keberlangsungannya, terutama untuk membantu masyarakat kurang mampu.
“Karena ini bentuk ibadah sosial memang harus diteruskan. Banyak saudara-saudara kita yang memang tidak mampu untuk mengkhitankan anaknya. Jadi di rangkaian ibadah Iduladha ini ada kegiatan khitanan massal,” katanya.
Ia menjelaskan, jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibanding pelaksanaan sebelumnya. Pada tahun lalu, peserta yang terdaftar sekitar 20 anak, sementara tahun ini mencapai 30 peserta.
“Ada peningkatan dari tahun kemarin. Tahun kemarin yang terdaftar 20, sekarang 30 peserta. Intinya kami tidak melihat jumlah pesertanya dulu, yang jelas ada kegiatan sosial di bulan ibadah sosial ini,” tambahnya.
Ahmad Farid juga menegaskan, program khitanan massal tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kebonjati saja. Yayasan Al Furqon bahkan membuka kesempatan bagi seluruh warga Kota Sukabumi yang ingin mengkhitankan anaknya secara gratis.

“Sebetulnya kami punya kuota sampai 100 peserta, cuma bertahap. Jadi tidak hanya warga Kebonjati, warga Kota Sukabumi juga silakan mendaftar di Yayasan Al Furqon,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Yayasan Al Furqon kembali menggandeng tim medis dari Rumah Sakit Islam Assyifa yang telah dua kali menjadi mitra dalam kegiatan khitanan massal tersebut.
Selain mendapatkan layanan khitan gratis, para peserta juga memperoleh berbagai bantuan pasca khitan berupa obat-obatan, bingkisan, santunan uang “panyecep”, paket buku bacaan akhlak, hingga hiburan berupa ikan koi.
“Pasca dikhitan tentu anak-anak membutuhkan obat untuk penyembuhan. Selain itu kami juga memberikan bingkisan, santunan, buku bacaan akhlak, dan hiburan ikan koi sebagai bentuk perhatian kepada mereka,” pungkasnya.












