SUKABUMI — Program Kawasan Sehat Karang Tengah yang digagas melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Iwan Ridwan, selaku Pengurus Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa pusa, saat kegiatan laporan program sebagai bentuk akuntabilitas dan advokasi kebijakan yang digelar pada Selasa (5/5/2026), di RW 05, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi.
Dalam kesempatan tersebut, Iwan Ridwan menjelaskan bahwa Program Kawasan Sehat merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Sukabumi dan LKC Dompet Dhuafa. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui tujuh indikator utama, meliputi kesehatan ibu dan bayi di bawah dua tahun (baduta), eliminasi stunting, pengelolaan penyakit tidak menular, penanganan tuberkulosis (TB), sanitasi, lingkungan hijau produktif, serta kesehatan mental dan spiritual.
Sejak diresmikan pada November 2024, program ini telah memberikan 3.711 layanan kesehatan dengan total 794 penerima manfaat individu. Menurut Iwan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa intervensi yang dilakukan mulai memberikan hasil nyata di tengah masyarakat.
“Salah satu indikator yang menunjukkan kemajuan adalah penanganan ibu hamil dengan masalah gizi. Dari 50 ibu hamil penerima manfaat, sebanyak 25 orang telah mengalami perbaikan kondisi kesehatan. Ini menjadi langkah konkret dalam menurunkan risiko kematian ibu sekaligus meningkatkan kualitas generasi mendatang,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pada kelompok bayi di bawah dua tahun, pendampingan intensif yang dilakukan secara berkelanjutan berhasil mendorong 46 balita mencapai status gizi normal. Capaian ini memperkuat keyakinan bahwa pendekatan yang tepat dan konsisten mampu menghasilkan perubahan signifikan.
Iwan juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif berbagai pihak, mulai dari kader puskesmas hingga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Ia menyebut, kolaborasi menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan di tingkat masyarakat.
“Dari Kelurahan Karang Tengah, kita ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari wilayah kecil, dengan keberpihakan, konsistensi, dan kolaborasi yang kuat,” tambahnya.
Program ini dinilai memiliki potensi untuk direplikasi di wilayah lain sebagai model pembangunan kesehatan berbasis masyarakat. Ke depan, diharapkan sinergi antar pihak dapat terus diperkuat sehingga program tidak hanya menjadi intervensi jangka pendek, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan dalam pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, Camat Gunungpuyuh, Widya Yudha Setiawan, Lurah Karangtengah, Anan Sumekar, Kepala Puskesmas Karang Tengah, Dede Ruswandi, Pengurus YRST Dompet Dhuafa, Yuniarko, Direktur LKC Dompet Dhuafa, Martina Tirta Sari, serta Filly Muharani, selaku Pimpinan LKC DD Jawa Barat, bersama para tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat setempat.












