SUKABUMI — Regenerasi anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) atau yang dahulu dikenal sebagai Hansip, masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Kondisi ini berdampak pada komposisi personel Linmas yang saat ini didominasi kelompok usia lanjut, dengan rata-rata berusia di atas 50 hingga 54 tahun.
Camat Lembursitu, Yudi Sutriana, mengakui bahwa minimnya minat generasi muda menjadi kendala utama dalam proses regenerasi tersebut.
Hal ini disampaikannya usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Linmas, Kamis (23/4/2026).
“Mayoritas anggota sudah berusia di atas 50 tahun. Ke depan perlu ada regenerasi agar peran Linmas tetap optimal,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini jumlah anggota Linmas di Kecamatan Lembursitu mencapai 271 orang yang tersebar di lima kelurahan. Dari jumlah tersebut, terdapat pula sejumlah anggota Linmas perempuan yang turut aktif dalam berbagai kegiatan.
Menurut Yudi, peran Linmas sangat strategis di tengah masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, mereka juga terlibat dalam penanganan bencana, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga pengamanan pelaksanaan pemilu.
Meski dihadapkan pada tantangan regenerasi, pihak kecamatan menyampaikan kabar positif terkait kesejahteraan anggota. Saat ini, seluruh anggota Linmas telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial melalui program BPJS yang dibiayai dari anggaran kecamatan.
Rapat Koordinasi Linmas yang digelar tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat kapasitas dan peran anggota di wilayah Lembursitu. Kegiatan ini juga merupakan agenda rutin yang masuk dalam program prioritas kepala daerah dalam pembinaan Linmas.
Pemerintah kecamatan berharap, melalui pembinaan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan, minat generasi muda untuk bergabung sebagai anggota Linmas dapat meningkat, sehingga keberlanjutan peran Linmas di masa depan tetap terjaga.













