SUKABUMI — Kondisi Jalan Ciaul Pasir yang rusak parah kembali memakan korban. Seorang tukang ojek pangkalan, Ujang Supritna, mengalami luka serius di bagian wajah akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) lalu. Menyikapi kejadian tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi bergerak cepat melakukan penanganan terhadap korban.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan masyarakat terkait insiden tersebut. “Yang jelas kami dari Dinas Kesehatan begitu ada respon aduan ataupun informasi ada kecelakaan, kita langsung menghubungi UPT Penunjang PSC 119. Jadi kami langsung terjun ke lokasi mengecek korban,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, pada hari yang sama, tim juga telah mengunjungi korban untuk memastikan kondisi kesehatannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban masih dapat menjalani perawatan di rumah.
“Secara umum masih bisa dilakukan perawatan di rumah. Kami dari UPT PSC 119 juga memiliki program home care, jadi petugas kami akan terus memantau korban dengan kunjungan langsung ke rumah,” jelasnya.
Melalui program tersebut, tenaga medis yang terdiri dari perawat dan dokter akan rutin melakukan pemeriksaan, memberikan obat-obatan, hingga mengganti perban jika diperlukan. Pemantauan akan dilakukan setiap hari hingga kondisi korban benar-benar pulih.
“Setiap hari akan kita cek kondisinya sampai betul-betul sembuh. Yang jelas kami dari Dinas Kesehatan sudah melakukan intervensi,” tambah Ida.
Lebih lanjut, Ida mengungkapkan bahwa laporan kecelakaan di lokasi tersebut tidak hanya menimpa Ujang Supritna. Tercatat ada tiga korban lain yang mengalami insiden serupa di waktu berbeda.
“Informasi yang dilaporkan ada empat, tetapi setelah koordinasi dengan pihak kecamatan, data yang sudah terkonfirmasi baru tiga orang, sementara satu lainnya masih dalam proses komunikasi,” ungkapnya.
Dari ketiga korban tersebut, kondisi paling serius dialami oleh Ujang Supritna. Ia mengalami luka di bagian pelipis dan diketahui memiliki riwayat hipertensi, sehingga membutuhkan pemantauan lebih intensif. Sementara dua korban lainnya yang merupakan remaja hanya mengalami luka lecet.
“Hanya Pak Ujang yang kondisinya lebih parah. Yang dua remaja itu hanya lecet-lecet seperti tergores, dan obatnya juga sudah diberikan,” jelasnya.
Ida menegaskan, sistem penanganan yang dilakukan bersifat jemput bola, di mana petugas kesehatan mendatangi langsung rumah korban melalui layanan home care, tanpa harus menunggu korban datang ke fasilitas kesehatan.
“Jadi mereka tetap di rumah, kita yang kunjungi. Petugas kami langsung melihat kondisi korban di lokasi,” katanya.
Sejauh ini, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, seluruh korban belum memerlukan rujukan ke rumah sakit dan cukup menjalani perawatan di rumah dengan pemantauan intensif dari Dinkes.
Meski penanganan medis telah dilakukan, masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait untuk segera memperbaiki kondisi Jalan Ciaul Pasir guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.













