SUKABUMI – Warga di Jalan Ciaul Pasir, Kota Sukabumi, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Keluhan ini mencuat setelah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang menimpa seorang tukang ojek pangkalan, Ujang Supritna, pada Kamis (2/4/2026), yang mengakibatkan luka serius di bagian wajah.
Kerusakan jalan berupa lubang-lubang besar dan permukaan yang tidak rata disebut menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut. Warga menilai kondisi ini sudah berlangsung lama tanpa penanganan serius dari pihak terkait.
Salah seorang warga, Janur, mengungkapkan bahwa jalan tersebut terakhir kali diperbaiki saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Setahu saya itu Jalan Ciaul Pasir terakhir di-hotmix saat saya kelas 3 SD, sekitar usia 8 atau 9 tahun. Sekarang usia saya sudah 36 tahun, berarti hampir lebih dari 20 tahun jalan ini belum diperbaiki secara menyeluruh,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Janur menambahkan, selama ini belum pernah ada perbaikan atau pemeliharaan yang signifikan, hingga akhirnya menimbulkan korban. Ia juga menyoroti langkah perbaikan yang saat ini dilakukan oleh petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi yang dinilai hanya bersifat sementara.
“Memang hari ini ada perbaikan, tapi hanya ditambal di bagian atas saja. Kami khawatir tidak akan bertahan lama dan akan rusak lagi,” katanya.
Lebih lanjut, ia membandingkan kondisi Jalan Ciaul Pasir dengan sejumlah ruas jalan lain di Kota Sukabumi yang sudah mendapatkan perbaikan hotmix secara menyeluruh, seperti di wilayah Ciandam dan Babakan Bandung.
“Jujur kami iri dengan jalan di daerah lain yang sudah bagus. Di sini juga banyak perkantoran, baik pemerintah maupun swasta, tapi kondisinya malah seperti ini,” ucapnya.

Kekecewaan warga pun semakin memuncak. Janur mengaku dirinya sebagai warga asli Ciaul merasa sangat kecewa dan berharap pemerintah segera melakukan perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam.
“Bukan hanya pak Inggu anggota DPRD saja yang marah, kami warga juga sangat kecewa. Jalan ini penting untuk semua, bukan hanya untuk kami yang tinggal di sini, tapi juga untuk semua pengendara yang melintas. Kalau jalannya bagus, tentu semua akan merasa nyaman,” tandasnya.
Janur berharap Pemerintah Kota Sukabumi dapat segera mengambil langkah konkret dengan melakukan perbaikan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.













