SUKABUMI — Kabar gembira datang dari dunia kesehatan Kota Sukabumi. RSUD R Syamsudin atau yang dikenal sebagai RS Bunut resmi naik kelas menjadi rumah sakit rujukan untuk penanganan kasus medis kompleks.
Momentum penting ini ditandai pada Senin (30/3), saat Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki bersama Direktur RSUD R Syamsudin, Yanyan Rusyandi menghadiri langsung kegiatan di Stem Cell and Cancer Research (SCCR) yang berlokasi di Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Yanyan Rusyandi secara resmi menandatangani kerja sama dengan Founder SCCR, Agung Putra. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sukabumi.
Wali Kota Ayep Zaki menjelaskan, kerja sama tersebut difokuskan pada penyediaan layanan stem cell atau sel punca. Teknologi ini merupakan inovasi medis modern yang memiliki kemampuan memperbaiki dan meregenerasi jaringan tubuh yang rusak.
“Sebagai informasi bagi wargi Sukabumi, sel punca adalah sel induk yang memiliki kemampuan unik untuk memperbaiki dan meregenerasi jaringan tubuh yang rusak,” ujarnya.

Ia menambahkan, layanan ini tidak hanya canggih, tetapi juga aman. SCCR sendiri merupakan industri farmasi riset yang telah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan serta bersertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM.
Dengan hadirnya layanan stem cell, RS Bunut akan semakin memperkuat sistem rujukan kanker yang terintegrasi. Hal ini juga sejalan dengan peluncuran layanan kemoterapi yang mulai resmi berjalan pada tahun 2026.
Pemerintah Kota Sukabumi, lanjut Ayep, akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai inovasi di sektor kesehatan yang berdampak langsung pada peningkatan harapan hidup dan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga ikhtiar ini membawa kesembuhan bagi banyak pasien,” pungkasnya.













