SUKABUMI — Kota Sukabumi mencatatkan prestasi membanggakan di bidang literasi. Pada tahun 2025, kota ini berhasil menjadi daerah dengan jumlah koleksi judul buku perpustakaan terbanyak di Jawa Barat, yakni mencapai 44.046 judul. Capaian tersebut menempatkan Sukabumi unggul tipis di atas Kota Bandung dan Kota Bogor.
Data yang dikutip dari akun Instagram resmi Jabar Stats dan Indovolix menunjukkan bahwa peta literasi di Jawa Barat tidak selalu terpusat di ibu kota provinsi. Kota-kota lain, termasuk Sukabumi, mampu menunjukkan daya saing yang kuat dalam penyediaan koleksi bacaan.
Menariknya, dari 10 besar daerah dengan koleksi buku terbanyak, komposisinya cukup seimbang antara kota dan kabupaten. Hal ini menjadi indikator bahwa penguatan literasi juga berkembang di wilayah nonmetropolitan seperti Kabupaten Cirebon, Majalengka, dan Ciamis.
Namun demikian, kesenjangan antarwilayah masih terlihat cukup signifikan.
Jika daerah peringkat atas telah menembus angka 40 ribu judul buku, wilayah di posisi bawah seperti Pangandaran masih berada di bawah 10 ribu judul. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerataan akses terhadap koleksi bacaan di Jawa Barat masih menjadi pekerjaan rumah.
Di Kota Sukabumi sendiri, jenis buku yang paling banyak tersedia sekaligus diminati pemustaka meliputi buku anak, buku teknologi tepat guna, hingga buku keterampilan. Koleksi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pengembangan kemampuan praktis.
Upaya ini sejalan dengan program prioritas perpustakaan nasional, yakni pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Melalui pendekatan ini, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat.
Untuk memudahkan akses literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi juga menghadirkan berbagai layanan digital. Mulai dari pembuatan kartu anggota secara online, penyediaan katalog buku digital (e-book), hingga pelatihan menulis bagi masyarakat.
Selain layanan digital, Dispusipda aktif menggelar berbagai program untuk meningkatkan minat kunjung masyarakat. Strategi yang dilakukan antara lain melalui wisata buku perpustakaan keliling serta penyebaran konten literasi secara rutin di media sosial.
Tak hanya itu, berbagai kompetisi literasi juga rutin digelar, salah satunya Lomba Mendongeng untuk siswa SD/MI. Kegiatan ini ditujukan untuk menjaring bibit penulis dan pendongeng muda, mulai dari tingkat kecamatan hingga kota.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Kota Sukabumi tidak hanya unggul dalam jumlah koleksi buku, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya literasi yang inklusif dan berkelanjutan.














