SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Sukabumi periode 2025–2028 mampu membawa organisasi profesi tersebut menjadi lebih baik dan semakin berkontribusi bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
Hal itu disampaikan Ayep Zaki usai menghadiri pelantikan pengurus IDI Cabang Kota Sukabumi, Sabtu (14/2/26), di Aula Dinas Kesehatan Kota Sukabumi.
“Mudah-mudahan dengan kepengurusan yang baru bisa membawa IDI Kota Sukabumi yang jauh lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan kepengurusan baru IDI periode 2025–2028, Pemkot Sukabumi berharap sinergi yang terbangun semakin kuat, sehingga target menjadikan Sukabumi sebagai kota sehat dan kota terinovasi dapat terwujud pada tahun 2026.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Sukabumi yang baru dilantik, Asep Tajul Mutaqien, menyampaikan sejumlah langkah awal yang akan dilakukan pasca pelantikan kepengurusan periode 2025–2028.
Menurutnya, fokus utama dalam waktu dekat adalah melakukan konsolidasi internal organisasi serta penyesuaian terhadap regulasi terbaru yang berlaku.
“Pertama kita menyorotkan (mengkonsolidasikan) kepengurusan. Tentu saja organisasi sekarang berbeda dengan organisasi sebelumnya, terutama terkait regulasi,” ujarnya.
Asep menegaskan, kepengurusan baru ingin mendorong keterlibatan anggota IDI agar lebih aktif dalam setiap kegiatan organisasi. Ia berharap partisipasi dokter di Kota Sukabumi semakin besar dan solid.
“Kita berharap keterlibatan anggota untuk terlibat dalam kegiatan lebih besar, sehingga kegiatan kita mungkin akan lebih bersifat humanis,” jelasnya.
Pendekatan humanis tersebut diharapkan mampu memperkuat solidaritas antaranggota sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa sesuai regulasi terbaru, pengelolaan kompetensi dokter dan Satuan Kredit Profesi (SKP) kini berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan. IDI berperan sebagai pihak yang mendukung dan memfasilitasi anggotanya.
“Regulasi menuntut bahwa terkait kompetensi, SKP, dan seterusnya itu semuanya dipegang oleh Kementerian Kesehatan. Nah, IDI hanya mensupport,” terangnya.
Ia berharap seluruh anggota IDI Kota Sukabumi dapat terus meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan dengan dukungan organisasi.
“Kita berharap seluruh anggota ini tersupport, terfasilitasi, dan tetap semangat meningkatkan kompetensinya,” tambahnya.
Dengan kepengurusan baru ini, IDI Kota Sukabumi diharapkan semakin adaptif terhadap perubahan regulasi, solid secara organisasi, serta tetap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas.














