SUKABUMI – Literasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak bagi mahasiswa, yang sering disebut sebagai agent of change dalam masyarakat. Dalam era digital yang terus berkembang, pemahaman yang mendalam tentang literasi digital menjadi kunci bagi mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan ekonomi digital yang berkelanjutan.
Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menjadi pengguna teknologi yang cerdas, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan kritis bagi diri mahasiswa itu sendiri.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi digital, Sekolah Tinggi Hukum (STH) Pasundan Sukabumi menggelar Seminar Literasi dengan tema “Informasi di Era Digital Mengembangkan Keterampilan Kritis Mahasiswa”.
Seminar ini berlangsung di Aula STH Pasundan Sukabumi, Sabtu (4/10/25), dihadiri Wakil Ketua I R. Pursita Ayugandari, S.M.,M.H, Wakil Ketua III Dr. Ni Putu Juwanita Dewi, S.H.,H.H.,M.KM, Pustakawan Utama Kota Sukabumi, Nicke Siti Rahayu SH.MH, pembicara Dr. Wiji Suwarno, S.Pd.I., S.IPI., M.Hum yang merupakan Dosen Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dan para mahasiswa STH Pasundan sebagai peserta.

Wakil ketua I Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Riset, Kemahasiswaan dan Alumni STH Pasundan Sukabumi, R. Pursita Ayugandari, S.M.,M.H menjelaskan pentingnya literasi digital sebagai landasan utama bagi mahasiswa dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
“Kegiatan ini digelar terutama kaitannya dengan Tri Dharma perguruan tinggi, terutama Dharma yang pertama terkait dengan pendidikan. Seminar literasi ini penting karena ternyata literasi ini memberikan kita skill bukan hanya membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah, sehingga mahasiswa tidak menerima begitu saja semua ilmu pengetahuan dan informasi yang didapatkan,” ungkap R. Pursita Ayugandari.
Ia berharap, dalam seminar ini mahasiswa dapat memperoleh informasi bahwa literasi itu memang penting dan sebagai sarana yang tepat untuk membekali mereka dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dan berinovasi di era yang semakin digital ini.
“Mahasiswa sebagai generasi muda harus siap menghadapi transformasi digital yang sedang berlangsung. Seminar ini menjadi sarana yang tepat untuk membekali mereka dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dan berinovasi di era yang semakin digital ini. Saya berharap seminar ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang dapat menggerakkan di era digital Indonesia,” tegas R. Pursita Ayugandari.
Seminar ini menghadirkan Dr. Wiji Suwarno, S.Pd.I., S.IPI., M.Hum. yang merupakan Dosen Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sebagai narasumber.

Wiji Suwarno menjelaskan, tentang bagaimana menyikapi informasi di era digital untuk mengembangkan keterampilan kritis dari mahasiswa. Menurutnya yang terpenting mahasiswa bisa menciptakan rasa ingin tahu terhadap apa yang diinginkan dan dikembangkan dalam dirinya.
“Misalkan dia itu mahasiswa jurusan hukum itu berarti dia ingin mengetahui tentang hukum, apa yang spesifik ingin dia ketahui itu yang dikembangkan. Yang kedua apa kebermanfaatan dari apa yang dia ingin tahu itu, kemudian dia akan mulai memberikan, mencari inside yang terkait dengan apa yang ingin dia ketahui,” ungkap Wiji Suwarno.
Wiji juga menjelaskan bagaimana mengembangkan keterampilan kritis mahasiswa. Yang terpenting menurutnya mahasiswa bisa mengevaluasi informasi atau pengetahuan yang di dapatkan.
“Setelah mengevaluasi dia akan mempunyai informasi yang berguna bagi dirinya, kemudian digunakan dan menghasilkan informasi yang baru yang bisa diberikan kepada orang lain melalui karyanya atau melalui presentasi dan sebagainya,” kata Wiji Suwarno.

Wiji juga menyampaikan bahwa seminar ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk mengambil peran aktif di era digital.
“Seminar ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam tentang literasi digital dan bagaimana mereka bisa berkontribusi dalam pembangunan di era digital yang berkelanjutan. Saya sangat mengapresiasi inisiatif STH Pasundan Sukabumi dalam mengadakan acara ini,” pungkas Wiji Suwarno.













