SUKABUMI – Gelaran seleksi atlet tinju pelajar yang akan mewakili Kota Sukabumi pada Pekan Olahraga Pelajar Popda Jawabarat sekaligus pertandingan eksibisi pada 5 dan 6 Juli 2025 mendatang, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, tak hanya menjadi arena kompetisi olahraga.
Di balik aktivitas di ring tunju, ajang ini nantinya juga akan dimanfaatkan para pelaku usaha kecil melalui panitia yang bekerjasama dengan Lapdek Community Sukabumi (LCS) sebagai ruang promosi bagi produk lokal dan live music.
Panitia penyelenggara akan menyiapkan beberapa boot UMKM yang berlokasi di halaman Gedung Juang 45 dengan menghadirkan produk-produk khas pengusaha lokal kota Sukabumi. Keberadaan UMKM ini sekaligus menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan wajah ekonomi kreatif kota Sukabumi di tengah event yang juga mengundang peserta dari Jabodetabek di ajang eksibisi.
“Kami sengaja melibatkan pelaku usaha kecil di Kota Sukabumi khususnya dalam bazar UMKM yang dilaksanakan selama pertandingan berlangsung,” kata Ketua Pengcab Pertina Kota Sukabumi, Doni Rahadian, Minggu (22/6/25).
Doni melihat ajang seperti ini sebagai peluang memperluas jangkauan pasar. Peserta dari Sukabumi maupun dari luar menjadi target strategis. “Bukan hanya sebagai atlet, tapi juga mereka akan menjadi konsumen. Apalagi dengan menempatkan produk lokal dalam ekosistem event olahraga, maka kami mengubah momen olahraga ini menjadi titik temu antara budaya, ekonomi, dan promosi daerah,” terang Doni.
Doni berharap strategi ini bisa ditiru oleh cabang olahraga lain. Menurutnya, setiap gelaran berskala luar daerah seharusnya terintegrasi dengan promosi UMKM. “Ini bukan hanya soal dampak ekonomi jangka pendek, tapi juga cara membangun citra dan pasar bagi pelaku usaha kecil di Kota Sukabumi,” imbuh Doni.
Doni berkeinginan kedepan saat Kota Sukabumi menjadi tuan rumah cabang olahraga apapun sekaligus bisa memperkenalkan produk hasil UMKM lokal dan menjadikan lokasi event tersebut Sentra Wisata Kuliner.
“Kalau ada cabang olahraga menggelar kejuaraan yang pesertanya dari luar daerah, sebaiknya berkolaborasi juga dengan Dekranasda atau Diskoperindag. Karena ini jadi kesempatan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk khas Kota Sukabumi,” pungkas Doni.













