SUKABUMI — Raden Koesoemo Hurtaripto secara aklamasi terpilih kembali menjadi Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi periode 2024-2029 dalam Temu Karya ke IV yang bertempat di Hotel Fresh Jalan Bhayangkara, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Acara tersebut dihadiri oleh Pejabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji beserta unsur Forum Komunikas Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi dan tamu undangan lainnya.
Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi, Raden Kusumo Hurtaripto mengatakan bahwa saat ini Karang taruna melaksanakan Temu Karya ke-4 yang diikuti oleh enam (6) peserta pengurus Karta Kecamatan sedangkan satu (1) peserta pengurus karta tidak bisa hadir karena Surat Keputusannya (SK) belum jadi.
“Alhamduliah, pelaksanaan Temu Karya ke-4 Karang Taruna Kota Sukabumi hingga siang ini berjalan dengan lancar. Yang mana pada pelaksaan ini digelar dengan musyawarah untuk mufakat dan secara aklamasi memberikan mandat kepada saya untuk menjadi Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi,” kata Raden kepada wartawan.
Raden mengakui bahwa, masih banyak PR yang harus dikerjakan di periode pertama yakni menjalin kolaborasi pemerintah dan pihak swasta dan pentahelix ABCGM, dimana karang taruna akan mengkedepankan kemitraan dengan masyarakat dan pembinaan kepemudaan khususnya di usia 13 tahun sampai 45 tahun.
“Ya, pembinaan untuk pemuda karang taruna dalam bentuk pelatihan, bimbingan teknis dan yang lainnya,” ungkapnya.
“Kami berharap agar di dua periode kepemimpinan ini bisa menyalurkan peraturan-peratran yang bisa mendukung keberlangsungan pemuda karang taruna itu sendiri baik dari tingkat Kota mau pun tingkat ke-RW-an,” tambahnya.
Berkaitan dengan tahun politik serentak 2024, sambung dia, ke depan siapa pun yang menjadi Wali Kota Sukabumi dan Wakil Wali Kota Sukabumi, karang taruna sebagai anak kandung pemerintah dan akan selalu mendukung 100 persen pemerintahan yang merata.
“Kami ingin menjalin kemitraan yang strategis dengan Pemerintah Kota Sukabumi, kecamatan, kelurahan agar supaya bisa mendukung pemerintah dalam hal pembangunan. Dan tentunya karang taruna menjadi garis terdepan kedewasaan dalam berorganisasi untuk memilah secara profesional dalam hal-hal keorganisasian, netralitas dan tidak mencampur adukan dengan kepentingan politik,” pungkasnya.














