SUKABUMI – Upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi dalam menggelar Students Camp (SSC) 2023 di Kawasan wisata Selabintana Resort, Sukabumi, Senin 20 November 2023, merupakan langkah yang cukup positif dalam memberikan pemahaman berbagai permasalahan kepada para peserta yang merupakan pelajar SMP Negeri maupun Swasta di Kota Sukabumi.
Salah satu materi yang diberikan adalah edukasi Penyakit Infeksi Menular Seksual dan HIV AIDS untuk remaja dengan pemateri Wakil Ketua PKVHI Cabang Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, yang dinilai sangat penting dalam menambah wawasan remaja terkait penyakit HIV AIDS dan juga PIMS.
Menurut Denna, materi yang masih dianggap tabu itu mau tidak mau harus dibahas dikalangan remaja dan informasi ini sangat penting untuk pemahaman bagi anak, tidak hanya untuk orang tua maupun guru atau sekolah.

“Edukasi ini dilakukan untuk mempersiapkan pengetahuan anak dalam mencegah seks bebas pada anak, kehamilan tidak diinginkan, terhindar PIMS maupun HIV AIDS,” terang Denna.
Manurutnya, materi tidak hanya berisi tentang PIMS dan HIV AIDS saja, tetapi bagaimana etika hubungan remaja dalam membangun hubungan yang sehat dan bertanggung jawab serta menghormati batasan dalam hubungan berteman dan lainnya.

“Interaksi selama pemberian materi, peserta Student Camp sangat antusias terhadap materi yang saya sampaikan, bisa secara interaktif, diskusi pertanyaan terkait permasalahan remaja seperti batasan hubungan bagi remaja, resiko-resiko ketika remaja melakukan hubungan seks bebas dan hubungan penggunaan NAPZA terhadap perilaku bebas beresiko,” jelas Denna.
Denna berharap, pembekalan ini tidak hanya untuk peserta Student Camp saja, tetapi mereka bisa menjadi pendamping teman sebayanya ketika menemukan permasalahan, sehingga tidak lagi stigma dan diskriminasi sesuai dengan jargon HIV AIDS “Jauhi penyakitnya bukan orangnya”.

Sementara Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Sukabumi, Martin Wahyudi mengatakan, program yang berlangsung dua hari ini diikuti 88 siswa dari 24 SMP Negeri dan Swasta di Kota Sukabumi.
“Masa remaja merupakan satu kondisi yang sulit untuk merasa puas. Generasi yang terus mencari identitas mereka. Sehingga perlu diberikan kesempatan untuk mengekspresikan ruang kemerdekaan mereka. Dan disinilah Student Camp hadir untuk memberikan akses kepada peserta didik dalam mengekspresikan beragam perasaan mereka,” kata Martin.















